BOGORONLINE.com – IPB University melalui program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) 2026 memperkenalkan inovasi terumbu buatan berbahan substrat semen kepada masyarakat Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali.
Kegiatan pengabdian masyarakat yang digelar pada Sabtu, 12 September 2026, tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemulihan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai teknologi pendukung konservasi terumbu karang.
Program Dospulkam dilaksanakan melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University dengan melibatkan sekitar 25 anggota masyarakat lokal. Kegiatan dipimpin Dr. Ir. Nyoman Metta N. Natih, M.Si. dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University.
Dalam kegiatan tersebut, tim memperkenalkan substrat semen sebagai media pembentukan habitat bagi biota sesil dan biota kriptik. Struktur tersebut dirancang memiliki rongga serta permukaan kasar untuk memberikan ruang yang mendukung penempelan dan perlindungan berbagai organisme laut.
Inovasi ini diperkenalkan karena kondisi sebagian perairan pesisir Bondalem masih menghadapi tantangan ekologis. Kawasan konservasi perairan daerah (KKPD) Bondalem memiliki tutupan karang hidup yang relatif baik, tetapi sejumlah area pesisir luarnya didominasi dasar berpasir dan pecahan karang yang tidak stabil.
Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang menyulitkan larva karang atau planula untuk menempel secara alami. Arus perairan dan limpasan sedimen dari daratan ketika musim hujan juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam proses pemulihan habitat.
Dr. Ir. Nyoman Metta N. Natih mengatakan program Dospulkam diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dalam mengadopsi inovasi pemulihan ekosistem.
“Kami berharap melalui pemanfaatan substrat semen sebagai media terumbu buatan, perairan lokal tidak hanya memiliki struktur habitat yang lebih stabil dan kompleks, tetapi juga mempunyai keanekaragaman biota laut serta nilai tambah ekotourism yang lebih baik,” ungkap Nyoman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/10/2026).
Menurut dia, teknologi yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut merupakan hasil pengembangan penelitian terapan akademisi IPB University. Hasil penelitian menunjukkan substrat tersebut berpotensi mendukung proses kolonisasi dan penempelan biota sesil maupun kriptik.
“Hasil penelitian tersebut kami bawa lebih dekat kepada masyarakat melalui kegiatan Dospulkam. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya menjembatani hasil penelitian di Perguruan Tinggi dengan kebutuhan dan praktik konservasi di tingkat masyarakat pesisir,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, tim Dospulkam menggandeng Bondalem Eco Dive, kelompok masyarakat lokal yang bergerak dalam konservasi terumbu karang dan pengembangan wisata bahari.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan terumbu buatan sebagai bagian dari upaya pemulihan habitat laut. Sebelumnya, masyarakat setempat telah memiliki pengalaman dalam kegiatan konservasi, termasuk transplantasi karang.
Melalui sesi sosialisasi dan diskusi, peserta mendapatkan penjelasan mengenai fungsi struktur terumbu buatan dalam menyediakan habitat bagi biota laut. Tim juga mengenalkan rancangan settlement plate dan rak berbahan semen yang dibuat dengan struktur berongga dan permukaan bertekstur.
Materi teknis mencakup proses pencampuran semen dan pasir, pencetakan modul, hingga tahapan pengondisian sebelum struktur ditempatkan di dasar perairan.
Dekan FPIK IPB University, Dr. Beginer Subhan, S.Pi., M.Si., mengatakan penerapan hasil penelitian kepada masyarakat merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung konservasi laut.
“FPIK IPB University berkomitmen untuk tidak hanya melahirkan riset di atas kertas, tetapi juga mendorong hilirisasi inovasi yang dapat diadopsi langsung oleh masyarakat. Melalui penguatan teknologi substrat semen ini, kami berharap ekosistem pesisir Bondalem dapat pulih secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal,” ujarnya.
Selain aspek ekologis, terumbu buatan tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk mendukung pengembangan ekowisata di wilayah Bali Utara.
Struktur yang ditempatkan di kawasan dasar berpasir dapat dikembangkan menjadi titik penyelaman baru. Keberadaan lokasi penyelaman tambahan juga berpotensi membantu mengurangi tekanan aktivitas penyelaman pada kawasan terumbu karang alami yang sensitif.
Tim Dospulkam menyebut sosialisasi tersebut merupakan tahap awal dari rencana pemulihan ekosistem laut di Bondalem. Setelah modul terumbu buatan selesai dipersiapkan, struktur akan ditempatkan di dasar perairan.
Pemasangan nantinya akan dilanjutkan dengan pemantauan secara berkala. Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan rekrutmen dan kolonisasi biota laut serta mengevaluasi manfaat struktur buatan terhadap ekosistem pesisir.
Selain Nyoman Metta N. Natih, tim Dospulkam IPB University juga melibatkan Dr. Beginer Subhan, S.Pi., M.Si., Nadya Cakasana, S.Kel., M.Si., dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, serta Dr. Inna Puspa Ayu, S.Pi., M.Si., dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK IPB University.





