by

Musrenbang Kecamatan Bogor Utara Pembangunan Infrastruktur

Kota Bogor – bogorOnline.com

Untuk meningkatkan infrastruktur dan ekonomi masyarakat melalui pembangunan sarana dan prasarana lingkungan di kelurahan, Kecamatan Bogor Utara menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2016 di Kantor Kecamatan Bogor Timur. Musrembang diikuti 180 peserta yang terdiri dari perwakilan OPD terkait, PDAM, para perwakilan kelurahan, puskesmas, kepala sekolah di wilayah Bogor Utara, karang taruna dan tokoh masyarakat. Kurang lebih terdapat 200 usulan hasil pra Musrenbang yang akan dibahas.

Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman, dalam sambutannya mengatakan, konsep pembangunan secara umum ada dua yakni, Bottom up dan top down. “Dalam pelaksanaan pembangunan kita tidak boleh keluar dari usulan yang telah ditetapkan dalam Musrenbang. Harus sinergi,  komplementer dan menguatkan serta terlepas dari adanya unsur pemaksaan. Karena jika dipaksakan, Akan muncul timpang tindih koordinasi yang pada akhirnya anggaran tidak terserap maksimal,” ungkap Usmar, pada  Senin (15/2/16).

Usmar menambahkan, perlu adanya koordinasi, kerjasama, sinergitas, dan pendekatan dari aparatur wilayah dalam menangani persoalan wilayah dan potensi wilayah itu sendiri. Terkait dengan adanya kekhawatiran dari beberapa pihak terhadap Musrenbang, dan itu dianggap sebagai sesuatu yang lumrah.

“Kita tidak inginkan hal itu. Kita ingin semua berjalan sesuai prosedur dan mekanisme sehingga merumuskan dan berusaha mewujudkan apa yang dibutuhkan masyarakat. Selain itu, seluruh proses harus terkawal dengan baik sehingga kebutuhan masyarakat juga dapat terkawal dengan baik. Dengan begitu setiap rupiah yang dipungut dapat dikembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan yang tepat sasaran  sehingga filosofi anggaran tercapai,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut Usmar pun memberikan himbauan kepada seluruh aparatur wilayah yang ada di Kota Bogor untuk dapat memahami misi dan visi serta enam skala prioritas pembangunan Kota Bogor. “Dengan begitu, dihasilkan kisi-kisi pembahasan sehingga lebih mengkerucutkan usulan-usulan dan lebih efisien,” tandasnya.

Senada dengan apa yang diucapkan wakil walikota, Camat Bogor Utara Asep Kartiwa, menuturkan, pembangunan memerlukan koordinasi antar pihak, mulai dari yang terendah hingga yang teratas. Secara khusus Asep juga menekankan perlunya penanganan potensi bencana dengan membuat sodetan di sungai Cibuluh. “Hindari tumpang tindih koordinasi, dengan Musrenbang akan dihasilkan sinkronisasi pembangunan,” pungkasnya.(bunai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *