20 Perguruan Silat Se – Jabodetabek Adu Jago

Kemang – bogoronline.com – Ratusan pesilat dari 20 perguruan yang ada di Jabodetabek, Minggu (27/03) ikut meramaikan festival silat, yang digelar Dompet Dhuafa, Zona Madinah yang berlokasi di Kampung Silat Jampang, Desa Jampang, Kecamatan Kemang.
Dalam festival tersebut, para pesilat unjuk kebolehan memperagakan jurus-jurus silat dari perguruannya masing-masing, dari mulai jurus tangan kosong hingga menggunakan senjata tajam. Aksi para pesilat ini menjadi hiburan gratis, bagi warga Jampang dan sekitarnya, bahkan tak sedikit yang memanfaatkan ajang festival tahunan ini, untuk mengais rezeki dengan berjualan beraneka panganan ringan dan minuman.

“Festival Silat ini, tujuannya bukan untuk gagahan-gagahan atau menonjolkan ego dari masing-masing perguruan, tapi sebagai ajang memperat tali silaturahim antar perguruan dan aliran silat di wilayah Jabodetabek, sekaligus menjaga agar budaya warisan nenek moyang ini tetap lestari,” kata Anwar, pesilat dari perguruan Silat Beksi.

Anwar berharap, kedepannya perguruan yang diundang tak hanya berasal dari Jabodetabek saja, tapi bisa diperluas keseluruh Jawa Barat dan Banten. “Walau pun kita berbeda perguruan dan aliran, namun pada hakikatnya semua pesilat dari manapun asalnya adalah saudara, sehingga ajang seperti ini momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap pesilat,” ujarnya.

Daswara Sulanjana, tokoh silat Kabupaten Bogor mengaku tak menyangka festival yang untuk ketiga kalinya digelar ini mendapatkan respon luar biasa dari tokoh-tokoh silat di Jabodetabek.

“Hadirnya 20 perguruan silat ini mendandakan, jalinan tali silaturahim tetap terjaga, meski para pesilat yang hadir di festival ini berbeda-beda aliran,” kata Camat Parung ini.
Daswara lebih lanjut mengatakan, di Kabupaten Bogor ini ada dua perguruan silat terkemuka yakni silat aliran Cimande dan Sera.

“Jurus-jurus yang dikembangkan dua aliran ini banyak dipelajari perguruan silat lainnya, yang ada di wilayah Kabupaten Bogor dan wilayah lainnya,” ungkapnya.
Ahmad Juwaini, panitia penyelenggara festival mengatakan, Dompet Dhuafa sangat peduli dengan keberadaan seni bela diri asli Indonesia ini. “Senibela diri ini sudah menyebar kesejumlah negara dan ini menjadi kebanggaan bagi kita, sebagai bangsa Indonesia,” tandasnya.

Ahmad pun berharap, suatu saat nanti senibela diri pencak silat ini dapat dipertandingkan di olimpiade, agar bisa sejajar dengan cabang ilmu beladiri lainnya. “Kami memiliki keyakinan, suatu saat nanti, Komite Olimpiadi Internasional (IOC) akan melirik pencak silat dan menjadikannya salah satu cabang olah raga yang dipertandingkan di olimpiade,” pungkasnya. (zah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *