Makam Muhamad Arga Dibongkar Guna Kepentingan Otopsi

Kota Bogor – bogoronline.com – Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Bogor Kota bersama tim ahli forensik RS Bhayangkara Kota Bogor, Berhasil mengungkap kasus kematian Bocah batita Muhamad Arga (1) yang terjadi pada 19 maret 2016 lalu, Sebelumnya korban dikira meninggal karena sakit, Keluarga korban menaruh kecurigaan, karna pada saat akan dimandikan, Keluarga korban menemukan beberapa luka lebam di bagian tubuh korban. Dengan ditemani beberapa teman serta kerabatnya Delima Agustini (23) ibu korban, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek terdekat.

Kapolres Bogor Kota AKBP Andi Herindra Rahmawan menuturkan, Kejadian tersebut terjadi pada 19 Maret 2016 lalu. Awalnya mungkin Korban tidak ada yang mengasuh bila di tinggal dirumah, Lalu ibu Delima membawa serta korban untuk bekerja di rumah majikannya tersebut. Korban kemudian diajak Rio (26) berjalan-jalan ke taman yang berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya. Namun, karena di tengah perjalanan korban menangis, pelaku memukuli korban hingga pingsan atau tak sadarkan diri. Lalu Rio pulang dan berkata kepada Delima bahwa korban sakit, Sekitar Pukul 11.00 WIB korban langsung dibawa ke IGD RS Marzuki Mahdi oleh keluarga majikan.

“Mereka mengasuhnya bergantian dengan pembantu lain nya. Karena mereka banyak kerjaan, kemudian korban di bawa bermain oleh anak majikannya, Namun naas yang didapat korban,” kata Andi kepada wartawan Pada Sabtu (26/3/16) petang.

Andi menambahkan, Menindak lanjuti laporan dari keluarga korban, karna adanya kejanggalan terhadap penyebab meninggalnya korban, Pihaknya melakukan pembongkaran makam korban di Kampung Cilendek Timur RT 02 RW 01 Bogor Barat Kota Bogor. Guna kepentingan Otopsi guna melengkapi bahan penyelidikan.

“Otopsi adalah investigasi medis jenazah untuk memeriksa sebab kematian. Dan hasil otopsinya, korban meninggal akibat tersedak atau mendapat gangguan pada bagian pernafasan. Makanan dari lambung naik ke paru-paru dan tersendat sehingga korban tidak bisa bernafas lalu meninggal. Namun untuk hasil otopsi selengkapnya akan disampaikan oleh dokter pada minggu depan,” Tambahnya.

Andi menjelaskan, pihaknya sudah mengamankan orang yang diduga menjadi penyebab kematian korban R (26). Kita akan lihat perkembangan penyelidikan nya, Karena sebelumnya sudah ada itikad baik dari keluarga yang sempat membawa korban ke rumah sakit, Namun nyawa korban tidak dapat terlolong.

“Bila terbukti maka R akan dikenakan Pasal 80 UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dan jika ada unsur kesengajaan dari bersangkutan maka ancaman pidana hukuman penjara selama 20 tahun, dan hingga kini kasus tersebut masih terus dikembangkan Polres Bogor Kota,” Pungkasnya. (bunai)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *