by

Lapas Paledang Komitmen Perangi Narkoba Bersama Pemkot Bogor

Kota Bogor – bogorOnline.com

Guna menciptakan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang bebas dari narkoba, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama dengan Lapas Kelas II A Paledang Kota Bogor menjalin kerjasama penandatanganan Pakta Integritas Perang Terhadap Narkoba. Wakil Walikota Usmar Hariman berkesempatan menjadi inspektur upacara yang diikuti oleh para narapidana (napi). Upacara berlangsung di Graha Sahardjo, Lapas Kelas II A Paledang Bogor. Usmar dalam sambutannya, sempat menyampaikan pesan dari Presiden RI Joko Widodo yang meminta kepada semua kementerian agar menghilangkan ego sektoral. Karena masalah narkoba merupakan masalah bersama yang harus berantas, terlebih menurut data hampir 50 persen peredaran narkoba ada di Lapas. “Semua stake holder, baik yang terkait langsung maupun tidak, harus bersatu untuk melawan peredaran narkoba. Karena yang dilawan ini juga jaringan narkoba yang jaringannya luar biasa. Minimal kita bisa mempersempit ruang gerak mereka, sehingga kita mampu mengantisipasi peredaran narkoba sejak dini,” tegasnya, Senin (7/3/16).

Usmar pun menilai, Bahwa penandatangan Pakta Integritas ini merupakan langkah yang tepat untuk membebaskan Lapas dari narkoba. Karna disinyalir lebih dari 50% narkoba yang beredar bersumber dari Lapas. “Tapi semua itu tidak berarti jika para stake holder tidak saling bersinergi untuk membantu lapas bersih dari narkoba.” paparnya. Kepala Lapas kelas IIA Paledang Kota Bogor Suharman, menambahkan, Melalui penandatanganan Pakta Integritas ini pihaknya akann menindaklanjuti amanat dari Presiden RI dan Menkumham terkait perang terhadap narkoba. “Kami juga ingin menunjukkan bahwa kami tidak main-main terhadap peredaran narkoba di Lapas. Kami berkomitmen dalam setahun ini Lapas Paledang akan terbebas dari narkoba,” ujarnya.

Sebagai upaya untuk memberantas peredaran narkoba di Lapas, Suharman mengakui jika pihaknya rutin melakukan penggeledahan kepada para napi. Dan benar saja, dari penggeledahan itu pihaknya berhasil menyita puluhan handphone dari para napi. “Karena handphone ini bisa mereka gunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dan membangun jaringan di luar Lapas. Makanya kami secara rutin selalu lakukan razia penggeledahan. Tak hanya itu, ia juga mengakui selalu melakukan pemeriksaan, baik pemeriksaan tubuh maupun barang bawaan kepada para pengunjung Lapas. Bahkan, kedepan pihaknya ingin menerapkan pemerikaan seperti di bandara. “Saat ini kami memang masih terkendala oleh keterbatasan SDM dan peralatan yang ada, Akan tetapi ini tidaklah kami jadikan masalah yang besar, Kami akan terus berusaha dengan keras dalam memerangi narkoba” pungkasnya.(bunai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed