Presiden Jokowi Segera Putuskan Nasib Proyek Hambalang

 

Citeureup, bogoronline.com – Presiden RI, Joko Widodo memastikan akan memutuskan nasib proyek Pusat  Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Desa Hambalang  Bogor yang mangkrak, karena adanya kasus korupsi yang sedang disidik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, pada 2011 lalu. Hal itu disampaikan Jokowi setelah meninjau  proyek senilai Rp 2,5 triliun itu, Jum’at (18/3).
“Perlu keputusan apakah dilanjutkan. Kalau dilanjutkan untuk apa? Apakah masih seperti yang lama sekolah olah raga, atau mungkin diubah. Bisa saja, jadi Wisma Atlet misalnya, atau jadi Pelatnas, atau diubah jadi rusunawa, atau diubah jadi nggak tahu. Atau kedua dibiarkan seperti ini,” terang Jokowi, kepada wartawan disela kunjungan ke lokasi proyek. Jokowi didampingi Menteri PU Basuki Hadimuljono, Menpora Imam Nahrawi dan Jubir Presiden Johan Budi, Bupati Bogor Nurhayanti, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi dan pejabat lainnya.

 

Yang terpenting, menurut Jokowi, adalah  penyelematan aset negara. Pasalnya, proyek tersebut telah menyedot APBN yang cukup besar. “Kuncinya di situ, arahnya ke sana. Kalau dibiarkan, berarti akan kehilangan dana anggaran dan aset itu,” imbuhnya.

Jokowi menyebut, dalam tinjauannya tadi ada banyak sekali mebeler yang sudah masuk namun kondisinya rusak. Seperti AC yang belum terpasang, keramik, dan lainnya. Jika dibiarkan makin lama, maka kondisinya makin rusak.

“Tapi sekali lagi ini masih pada proses hukum yang mebeler, AC dan lain-lain di kejaksaan, tapi bangunannya akan diputuskan secepatnya,” ucap Jokowi.

Dalam waktu dekat akan diadakan rapat terbatas di Istana untuk memutuskan nasib proyek itu. Tepatnya setelah melihat kajian dari Kementerian PUPR, Kemenpora, termasuk minta masukan dari Bupati Bogor Nurhayanti yang tadi ikut mendampingi Jokowi. “Supaya nggak salah lagi,” tegas Jokowi

Ditempat yang sama,  Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akan memastikan kelnjutan proyek Pusat Pelatihan Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat, sebelum Indonesia menggelar Asian Games 2018.

“Setelah kunjungan bersama Presiden hari ini, kami di Kemenpora harus menyiapkan laporan lebih detail dan lebih lengkap, mulai dari perencanaan pertama,” kata Menpora selepas menemani kunjungan Presiden Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di P3SON Hambalang, Bogor, Jumat (18/3).

Pihaknya, kata Imam, akan melakukan kajian terhadap kelanjutan proyek Hambalang apakah akan tetap menjadi pusat pelatihan, sekolah, atau perguruan tinggi ilmu olahraga.

“Kami butuh asrama bagi para atlet sebagaimana di Sekolah Olahraga Ragunan yang melahirkan atlet-atlet berprestasi. Para atlet diasramakan saat pelatihan sehingga semua hal, seperti makanan, kesehatan, psikologi, hingga keseharian mereka terawasi,” ujar Menpora.

Kemenpora akan menetapkan kelanjutan proyek Hambalang setelah menerima kajian kelayakan anggaran dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.

“Perencanaan proyek nanti akan tetap pada kami, baik anggaran dan peruntukan proyeknya. Kami akan menyiapkan semuanya dan saya akan melaporkan kepada Presiden dalam rapat terbatas,” ujar Menpora. (ful/dtc/rep)