Ikan Hias Air Tawar Di Era MEA

Cibinong, bogoronline.com – Bisnis ikan hias air tawar di Kabupaten Bogor berpeluang menciptakan banyak lapangan kerja di masyarakat ekonomi Asean (MEA).  Ekspor ikan hias Indonesia saat ini terus berkembang pesat seiring terus  meningkatnya permintaan komoditas ikan hias air tawar ini.  Indonesia menjadi negara dengan urutan ke empat di dunia untuk ekspor terbesar ikan hias. Urutan pertama Singapura, kedua Spanyol, dan ketiga Jepang.

Kepala Seksi Perdagangan Luar Negeri Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kabupaten Bogor, Jona Sinabat mengatakan, beberapa tahun belakangan ini pengusaha ikan hias air tawar Kabupaten Bogor secara rutin mengekspor ikan hias ke berbagai negara, diantaranya: Uni Eropa (meliputi Belanda, Jerman, Italia, Polandia, Swiss); negara-negara Timur Tengah (meliputi Saudi Arabia, Iran, Uni Emirat Arab); negara Amerika Latin (meliputi Brasil dan Meksiko), serta Negara-Negara ASEAN (meliputi Thailand dan Singapura),Jepang, Korea Selatan dan China. “nilainya juga terus meningkat,” ujarnya

 

Data ekspor komoditas ikan hias air tawar yang terekam di Diskopukmperindag Kabupaten Bogor mencatat, nilai ekspor ikan hias dari Kabupaten Bogor terus meningkat setiap tahunnya. Tahun 2010, nilai ekspor ikan hias dari Kabupaten Bogor mencapai USD 1,4 juta. Selanjutnya pada tahun 2011 meningkat menjadi USD 1,7 juta. Nilai ekspor tahun 2012 meningkat menjadi USD 2,9 juta, Nilai ekspor tahun 2013 dan 2014 pun meningkat menjadi USD 3,4 juta dan USD 3,5 Juta. “Data tersebut menunjukkan bahwa potensi ekspor ikan hias air tawar yang dimiliki daerah Kabupaten Bogor sangat besar dan sangat prospektif,” paparnya.

 

Perkembangan Nilai Ekspor Ikan Hias Air Tawar Di Kabupaten Bogor 2010 – 2014

TahunJumlah

(Ekor)

Pertumbuhan (%)Nilai Ekspor

(USD)

Nilai Ekspor

(RP)

Pertumbuhan

 (%)

20101,495,6221,468,67614,686,760,000
20111,986,24132.801,799,17417,991,740,00021,14
20122,506,98926.222,943,97729,439,770,00063,62
20135,888,267134.873,448,88737,937,757,00017,15
20146,034,1802,483,548,62539,034,875,0002,89

Jika dibandingkan nilai ekspor ikan hias air tawar nasional dan Kabupaten Bogor, tahun 2011 share Kabupaten Bogor dalam ekspor ikan hias air tawar nasional adalah 19.77%. Adapun tahun 2012 share Kabupaten Bogor adalah 18.55%. “Rata-rata share ekspor ikan hias yang berasal dari Kabupaten Bogor terhadap ekspor nasional (2010-2013) sebesar 16,04%,” imbuhnya

Sumber : Diskopukmperindag Kab. Bogor, 2012 dan KKP RI, 2012

 

Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Perikanan 2014,  luas area produksi ikan hias di Kabupaten Bogor mencapai 35,12 Ha yang diusahakan oleh Rumah Tangga Pembudidaya (RTP) sebanyak 587. Saat ini terdapat 18 supplier serta 6 eksportir yang aktif yaitu CV. Maju Aquarium, PT. Sunny Indopramita, PT. Qianhu Joe Aquatic, , Maram Aquatic, PT. Harlequin Aquatic dan CV. Indokreasi. Sentra produksi ikan hias adalah Cibinong, Ciampea, Tenjolaya, Parung dan Ciseeng.

Jona menambahkan, Kabupaten Bogor memiliki kekuatan dan dominan dalam pasokan ikan kelompok jenis tetra, terutama spesies tetra cardinal dan tetra neon. Ikan hias tetra yang berasal dari Kabupaten Bogor  memiliki tingkat keunggulan baik dari warna, kuantitas, dan harga. “Permintaan ekspor jenis ikan Tetra mencapai 39,65 persen dari keseluruhan permintaan setahun,” katanya.

Jona

Kepala Seksi Perdagangan Luar Negeri Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kabupaten Bogor, Jona Sinabat

 

Jenis lain yang memiliki permintaan besar adalah jenis udang sebesar 9,77 persen. Jenis ikan Rasbora memiliki share rata-rata pertahun sebesar 4,49 persen dari permintaan ikan asal Kabupaten Bogor. Sedangkan posisi keempat adalah jenis ikan Rainbow, sebesar 4,07 persen Adapun  spesies ikan neon tetra memiliki nilai farmer’s share yang paling tinggi, yaitu 69,69 persen. Sedangkan spesies ikan black ghost ukuran 2 inci merupakan spesies ikan yang memiliki farmer’s share paling rendah, yaitu 2,78 persen.

 

Rata-rata ikan hias asal Kabupaten Bogor yang diekspor dari Kabupaten Bogor pada tahun 2012-2014 mencapai 85,72 persen selebihnya eksportir mengambil dari luar Kabupaten Bogor. Di Kabupaten Bogor, Terdapat  5 lembaga yang harus dilalui dalam pemasaran ikan dari hulu sampai hilir dalam ekpor ikan hias di Kabupaten Bogor, yaitu pembenihan, pembesaran, pengepul, eksportir, dan importir. Sedangkan untuk pemasaran lokal terdapat  4 pelaku secara umum yaitu pembenihan, pembesaran, pengepul, pedagang.

Menurut Jona, sejak tahun 2009 Seksi Perdagangan Luar Negeri Diskopukmperindag Kabupaten Bogor selaku SKPD yang bertugas dalam pengembangan ekspor daerah berupaya melakukan pengembangan ekspor komoditas ikan hias air tawar Kabupaten Bogor melalui berbagai program dan kegiatan.  “Tahun 2011 dan 2012  Diskopukmperindag melakukan pertemuan dengan para stakeholder  usaha ikan hias air tawar, pertemuan tersebut ditindaklanjuti dengan diadakannya Simposium Pengembangan Komoditas Ekspor Ikan Hias Air Tawar Kabupaten Bogor pada tahun 2013 yang mengundang para pakar tingkat nasional,” ungkapnya

Berdasarkan hasil rekomendasi para pakar dalam  symposium tersebut pada tahun 2014 dilakukan Kajian Kelembagaan diikuti dengan Pemetaan Jaringan Pemasaran Ekspor Ikan Hias Air Tawar Kab. Bogor pada tahun 2015. Pada Medio 2015 Diskopukmperindag membidani lahirnya Koperasi Cahaya mandiri yang anggotanya adalah para pembudidaya dan supplier ikan hias di wilayah Cibinong.

“Seksi perdagangan luar negeri Diskoperindag bermaksud memproyeksikan Koperasi ikan hias tersebut kelak mampu bertindak selaku eksportir juga menjadikan Ikan hias air tawar sebagai Brand Kabupaten Bogor, kedepan kegiatan pengembangan ekspor akan  diarahkan pada  Pengarusutamaan (mainstreaming) dan regional branding  ikan hias air tawar sebagai produk unggulan dan ekspor Kabupaten Bogor sehingga segala kebijakan yang diambil pemerintah Kabupaten Bogor kondusif bagi pengembangan ekspor ikan hias air tawar,” cetusnya

“Selain itu, agar masyarakat yang berada di wilayah Bogor dan sekitarnya mampu berpartisipasi mengembangkan bisnis ikan hias air tawar, baik sebagai pelaku usaha maupun sebagai pelanggan,” (*)