PT Uniplastindo Tepis Tudingan Warga Rugikan Lingkungan

Caringin – bogoronline.com – PT Uniplastindo Interbuana (UI) menepis tudingan warga RT 03/RW 04, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, jika pembangunan pabriknya dinilai telah memberikan dampak merugikan terhadap lingkungan sekitar. Menanggapi hal itu, manajemen PT UI sebuah perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menjelaskan, keberatan warga bukan menolak berdirinya pabrik tersebut.

Legal Officer PT UI, Widodo, menjelaskan, dari awal kedatangannya ke wilayah Bogor, pihak perusahaan berkomitmen menempuh segala legalitas sesuai aturan yang ada.

“Kami ingin jadi pendatang yang baik. Tidak ingin selonong boy. Kami juga rutin bertemu dengan warga baik secara terbuka maupun tertutup,” kata Widodo kepada sejumlah wartawan belum lama ini.

Dijelaskannya, pabrik PT UI di Cikereteg yang akan running Juni 2016 ini akan memproduksi cup air mineral, botol, dan galon. Sehingga iakembali menegaskan, keberatan warga bukan menolak berdirinya pabrik. Namun, ada sebagian warga yang ingin menjual tanahnya ke pihak perusahaan dengan harga ajuan di luar batas wajar.

“Sebetulnya kami sudah tidak membutuhkan perluasan lahan untuk pabrik. Saat ini lahan kami sudah mencapai 16.844 meter persegi lebih. Tapi untuk memenuhi tuntutan warga yang tanahnya ingin dibeli, kami mengupayakan dengan mengurangi budget pembelian mesin,” terang Widodo.

Hingga saat ini, lanjut dia, negosiasi belum mencapai kata sepakat, karena ada 15 warga yang minta harga melebihi kewajaran. Sedangkan pihak perusahaan memiliki tim appraisal yang berpatokan pada harga NJOP di wilayah tersebut yakni Rp 280.000 per meter, “padahal kami sudah mau sekitar Rp 450.000 per meter,” jelas Widodo.

Sedangkan soal banjir yang melanda rumah warga, kata Widodo, terjadi akibat penyumbatan sampah. “Jadi bukan karena bangunan pabrik tapi karena sampah. Bayangkan saja sampai kasur pun ada di saluran. Pada saat banjir, yang membereskan pegawai kami juga,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pihaknya kedepan akan membutuhkan 110 tenaga kerja untuk tahun pertama. PT UI juga memprioritaskan warga terdekat sesuai kriteria yang dibutuhkan. Tenga ahli yang dibutuhkan diharapkan merupakan warga sekitar pabrik dan perusahaan siap untuk mendidik.

Masih kata Widodo, PT UI tidak menggunakan sumur bor dalam memenuhi kebutuhan air untuk produksi. “Kami gunakan air PDAM. Kami sudah MoU,” tukasnya. (Edwin)