by

Aktivis Sesalkan Rotasi Tidak Dilakukan di SKPD yang Kinerjanya Jeblok

Cibinong-bogoronline.com-Rotasi dan mutasi yang dilakukan oleh Bupati Bogor Nurhayanti terhadap enam pejabat esselon II di Pemerintahan Kabupaten Bogor mengundang reaksi keras dari sejumlah aktivis mahasiswa. Menurutnya, rotasi tersebut terkesan “hanya formalitas” penyegaran di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

 

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam – Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Bogor, Mulyana menuturkan, rotasi terhadap enam pejabat esselon II tersebut belum sesuai harapan publik karena sejumlah dinas yang penyerapan anggarannya rendah dan menyumbang Silpa cukup besar malah tidak dilakukan.

 

“Memang sudah seharusnya ada rotasi dengan kondisi Kabupaten Bogor saat ini, karena butuh penyegaran di setiap Dinas, terutama di SKPD yang penyerapan anggarannya rendah. Namun sangat disayangkan, seperti halnya Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP), Dinas Kesehatan serta DPKBD yang kinerjanya tidak memuaskan dengan turut andil dalam bengkaknya angka Silpa tahun 2015, namun kepala dinasnya masih dipertahankan,” tutur Mulyana, kemarin.

 

Dirinya juga mempertanyakan landasan rotasi yang dilakukan oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), karena beberapa SKPD yang penyerapan anggaran dan kinerjanya jeblok malah tidak dirotasi, meskipun dalam rotasi tersebut juga terdapat dinas yang juga kinerjanya buruk seperti halnya Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) yang belakangan ini mendapat sorotan.

 

Aktivis yang kerap melakukan demonstrasi di bumi tegar beriman ini meminta agar Bupati dan Baperjakat untuk mengevaluasi soal rendahnya kinerja sejumlah SKPD dengan membentuk tim. “Evaluasi secara keseluruhan di tiap-tiap SKPD, dari pejabat tertinggi sampai tingkat bawah,” tukasnya. (di)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed