by

Perumahan Cluster Tanpa Field Banjir

Cibinong – bogoronline.com – Dinas Bina Marga dan Pengairan setuju pembangunan perumahan tipe cluster dihentikan, pasalnya, selain tak menyediakan dua persen lahan untuk pemakaman, pengembang perumahan tipe ini tak pernah mengurus dokumen field banjir, seperti perumahan berskala besar.
“Pembangunan perumahan cluster sudah saatnya, karena lebih banyak merugikan Pemerintah Kabupaten Bogor,” kata Kepala Seksi Peningkatan Irigasi dan Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga dan Pengairan  Krisman Nugraha, Senin (23/05).
Pembangunan perumahan cluster dengan luas areal dibawah 3.000 meter, sekarang ini menjamur di Cibinong dan sekitarnya, para pengembang nekad membangun perumahan tipe ini, karena tak memerlukan perizinan yang ribet, seperti siteplan dan dokumen lainya.
Izin perumahan ini cukup dari camat setempat, untuk harga jual rata-rata rumah cluster dipatok dengan harga di atas Rp 300 jutaan. “Dibeberapa daerah di kawasan Jabodetabek, pembangunan perumahan cluster dilarang,  hanya di Kabupaten Bogor saja yang masih diperbolehkan,” ungkap Krisman.
Sejauh ini, kata Krisman, Dinas Bina Marga dan Pengairan, tak pernah mengeluarkan rekomendasi filed banjir kepada perumahan cluster. “Jadi, semua perumahan cluster luas arealnya kurang dari 3.000 meter yang berdiri di Kabupaten Bogor, sudah dipastikan dibangun tanpa dokumen field banjir,” tegasnya.
Kepala Seksi Pemakaman, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Roni, sebelumnya mengatakan, selama ini pengembang perumahan tidak pernah tersentuh aturan penyedian lahan pemakaman.
“Dari puluhan mungkin ratusan pengembang perumahan tipe cluster, baru satu pengembang yang kooperatif dan menyatakan kesiapannya memenuhi ketentuan penyediaan lahan dua persen untuk pemakaman,” ungkapnya. (zah)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed