by

Tuduhan Pelapor Salah Alamat

Palopo, bogoronline.com-Dugaan penyerobotan tanah yang dialamatkan kepada Mahading Saleh warga Perumahan Nyiur Permai Blok BB 3 Nomor 5 dan 6 Kota Palopo oleh tetangganya, Edwar Lutfi, ternyata tidak benar. Pasalnya, lahan sepanjang 8 meter dan lebar 1 meter yang menjadi batas kedua rumah, merupakan kelebihan tanah milik developer yang harus dibayarkan kepada Pt Wijaya Virgo selaku pengembang.

“Saya dituduh pak Edward menyerobot tanahnya lalu dilaporkan ke polisi. Padahal tanah itu sudah saya bayar kepada pengembang,” kata Mahading Saleh kepada bogoronline.com, Minggu (22/5).

Menurut dia, pada saat merenovasi rumah miliknya dengan membuat pondasi waktu lalu, developer datang menegur. Dirinya lantas disuruh membayar tanah yang merupakan tanah lebih milik developer.
“Karena saya ambil dua unit rumah, maka saya harus bayarkan enam belas meter persegi. Semua itu sudah saya bayarkan dan ada kwitansi pembayarannya,” imbuhnya.

Ironisnya, pada saat melakukan renovasi dulu, pemilik pertama tidak mempermasalahkan. Justru pemilik ke 3 yakni Edward Luthfi yang mempermasalahkan kelebihan tanah.

Dirinya heran, kenapa tidak dari dulu dipermasalahkan, baik oleh pemilik pertama ataupun pemilik kedua. Saat itu pengembang masih ada di lokasi perumahan.

“Jadi semua bisa diselesaikan dengan baik. Malah pak Edward yang tidak mengerti asal-usulnya mempermasalahkan” pungkasnya. (Soeft)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed