Ada Skenario Agar Kosongnya Wabup Tak Terisi

Cibinong – bogoronline.com – Masih belum terisinya kursi Wakil Bupati (Wabup) Bogor, disinyalir telah terjadi skenario pembiaran kekosongan oleh sejumlah elit politik yang memiliki kepentingan. Hal tersebut dungkapkan Ketua DPC Hanura Kabupaten Bogor Hendrayana di gedung DPRD Kabupaten Bogor di Cibinong, Kamis (16/06).

Politisi Hanura yang juga sekretaris di koalisi Kerahmatan yang mengusung pasangan Rachmat Yasin-Nurhayanti pada Pilkada 2013 ini, juga menyebutkan bahwa terjadinya kekosongan Wabup ini telah terjadi tarik ulur kepentingan antar elit politik.

“Bisa jadi kekosongan Wabup ini memang disengaja oleh elit politik di Kabupaten Bogor yang memang berkepentingan. Yang ada kan tarik menarik kepentingan politik, sementara kepentingan masyarakat luas terabaikan. Dan ini seolah-olah sudah diskenariokan sedemikian rupa agar kosongnya Wabup tak terisi sampai dengan Pilkada 2018 mendatang,” kata Hendrayana.

Faktanya, imbuh Hendrayana, koalisi Kerahmatan merupakan koalisi yang gemuk sehingga sulit untuk sependapat karena masing-masing Parpol memiliki kepentingan. “Sebenarnya kalau mau serius kekosongan Wabup itu terisi kan gampang, tinggal peserta koalisi Kerahmatan merumuskan dan bersepakat siapa yang akan diusung menjadi Wabup,” imbuhnya.

Ia menegaskan, bahwa masyarakat dapat mengajukan gugatan class action ke Pengadilan atas berlarut-larutnya kekosongan Wabup Bogor.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Gerindra Adi Suwardi menambahkan, kekosongan Wabup memang harus segera terisi. “Bagaimana caranya agar kekosongan segera terisi, siapapun calonnya mari kita sama-sama dorong, saya kira semua Parpol juga siap mengajukan nama-nama calon Wabup,” ungkapnya.

Aktivis mahasiswa dari Forum Mahasiswa Bogor (FMB) Rahmatullah menilai, kekosongan Wabup yang sudah terlampau lama, menurutnya, jika hingga akhir periode masa kepemimpinan Nurhayanti tidak juga ada pengisian Wabup, maka bisa dipastikan ada kegagalan partai politik membangun hubungan di Pemerintah Kabupaten Bogor, sehingga sangat mempengaruhi kinerja pemerintah daerah.

“Agar kursi Wabup terisi adalah dengan upaya hukum, jika melalui jalur politik itu gagal. Dan ini menjadi bukti kurang seriusnya Bupati dan anggota legislatif di Kabupaten Bogor dalam memikirkan nasib rakyat,” ujarnya. (di)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.