Belum dibebaskan, PT.FS Diduga Caplok Tanah Warga

Gunung Putri-bogoronline.com – Perebutan status kepemilikan tanah di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, masih sering terjadi, bahkan kerap berujung bentrok. Setelah sebelumnya PT. Ferry Sonevile (FS) saling klaim kepemilikan tanah dengan Acang Suryana, kini giliran dengan Andri anak dari Minang Surya salah satu pemilik tanah yang juga diklaim oleh PT.FS.

Lahan yang terletak di RT.02/14 Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, seluas 53.250 meter persegi (M2), kini jadi rebutan diantara kedua belah pihak. Meskipun masuk dalam plotingan PT.FS, namun fisik tanahnya kini dikuasai oleh Andri.

Menurut Andri ketika ditemui, pihaknya memiliki bukti-bukti kepemilikan surat hasil dari pembebasan dari para penggarap. Orang tuanya, yakni Minang Surya telah memberikan kuasa kepada Sukarso pada tanggal 01 Oktober 1974 dalam pembebasan lahan nomor C.15 sampai dengan C.57 persil 163 di Desa Gunung Putri.

“Dari para penggarap karena tanah yang dimaksud merupakan tanah eks perkebunan sudah dibebaskan, dan kami memiliki bukti-bukti pembayaran. Tetapi setelah dimiliki oleh Minang Surya dan masuk dalam plotingan perumahan milik PT.FS, tanpa ada ganti rugi pembayaran sampai dengan saat ini, kini diklaim kepemilikannya oleh PT.FS tanpa dasar apapun,” kata Andri, kemarin.

Dirinya juga memiliki surat keterangan nomor 23/FS.KTGP/III/1995 dari PT.FS yang ditandatangani oleh Jenny Loah selaku Direktur Utama pada 09 Maret 1995. Dalam surat keterangan tersebut, dinyatakan bahwa PT.FS mengakui belum pernah melakukan pembayaran terhadap tanah seluas 53.250 meter persegi milik penggarap Sukarso yang masuk dalam sertifikat HGB nomor.1/Gunung Putri seluas 11,9 Hektar

“Surat keterangan yang ditandatangani oleh Dirut PT.FS jelas menyatakan bahwa penggarap yakni Sukarso selaku kuasa dari Minang Surya belum diberikan ganti rugi pembayaran,” ungkapnya.

Andri menambahkan, pihaknya tidak mempermasalahkan status kepemilikan tanah tersebut jika saja PT.FS melakukan pembayaran ganti rugi kepada penggarap yakni Minang Surya. “Kalau memang tanah itu diakui milik PT.FS buktikan dengan surat-surat kepemilikannya dong, kalau mau diajukan saja ke pengadilan, kami juga siap-siap saja,” katanya.

Sebelumnya, perebutan status kepemilikan tanah diantara dua kubu antara pihak Soekarso selaku kuasa dari Minang Surya dengan PT.Ferry Soneville nyaris bentrok. Hal tersebut saat dilakukan mediasi dilokasi lahan di Blok Ciranggon Desa Gunung Putri akhir pekan kemarin.

Tak hanya itu, mediasi yang dikawal Aparat kepolisian Polsek Gunung Putri dan perwakilan dari Koramil setempat, beberapa oknum Brimob suruhan PT.Ferry Sonneville pun ikut memanaskan suasana.

“Aparat seharusnya mendinginkan suasana bukan memanaskan suasana. Ini oknum anggota Brimob suruhan PT.Ferry Sonneville malah mancing-mancing ngomong yang gak-gak segala saya dibilang profokatorlah itulah, itu tuh yang namanya anggota Brimob inisial SLM bukan jaga negara malah yang tidak-tidak,” kata Andri.

Sementara itu, pihak PT. Ferry Sonneville, Amir selaku Koordinator lapangan menjelaskan jika pihaknya hanya meminta tidak adanya aktivitas sebelum adanya laporan dari pengadilan.

“Jadi kalau adanya laporan dari pengadilan tentang hak yang sah kepemilikan tanah silahkan saja melakukan aktivitasnya, kan kami disini hanya menjalankan amanah dari pihak PT.Ferry Sonneville,” pungkasnya. (di)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.