Belum Tersentuh Hukum, Galian Ilegal di Rumpin Merajalela

Rumpin – bogoronline.com – Alam Rumpin, yang tadinya hijau dipenuhi rindangannya pepohonan, namun karena adanya pertambangan, lambat laun, alam yang tadinya indah dipandang mata, kini mulai berubah jadi gersang, sejak Pemerintah Kabupaten Bogor, menetapkan daerah yang berbatasan dengan Kota Tangerang Selatan itu, sebagai kawasan areal pertambangan golongan C.

Selain merusak alam, keberadaan galian itu mengakibatkan kondisi jalan-jalan di wilayah pimpinan Zulkifli ini tak ada yang benar alias dalam kondisi rusak, karena beban yang melintasinya melebihi tonase.

“Dulu sebelum ada perusahaan galian, kawasan Rumpin sangat adem dan sejuk, karena banyak perkebunan karet, termasuk di daerah perbukitan, namun sekarang semuanya tinggal kenangan,” ujar Aceng, warga Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Jum’at (17/06).

Perusahaan yang beraktivitas menggali sumber daya alam di Rumpin itu, tak hanya yang memiliki izin resmi saja, tapi ada sebagian yang ilegal. Ironisnya, aparat setempat dan di Pemerintahan Kabupaten Bogor terkesan tutup mata. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya tindakan tegas.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pemeriksaan, Satuan Polisi Pamong Praja Agus Ridallah ketika dikonfirmasikan membantah, pihaknya melakukan pembiaran terhadap penambang-penambang ilegal yang beroperasi di Kecamatan Rumpin.

“Menertibkan penambang liar atau ilegal itu, tak semudah membalikan telapak tangan, karena yang berkepentingan di areal tambang itu bukan hanya pengusaha semata, namun ada beberapa pihak yang terlibat, misalnya warga yang mengandalkan mata pencahariannya dari galian ilegal,” kilahnya.

Sehingga kata Agus, sebelum ditindak atau ditertibkan diperlukan pengkajian matang dan melibatkan semua intansi, artinya jangan hanya mengandalkan Sat Pol PP saja. “Diperlukan penanganan paska penertiban, termasuk bagaimana mencari sumber mata pencaharian baru bagi warga yang mengandalkan galian agar dapurnya tetap ngebul,” ungkapnya.

Kepala Unit Sat Pol PP Kecamatan Rumpin Hasan Saleh mengaku hanya bisa mengawasi keberadaan tambang-tambang liar atau ilegal untuk selanjutnya dilaporkan ke Satuan Polisi Pamong Praja di Cibinong.  “Kami tak mungkin menertibkan sendiri, makanya semua masalah tambang ilegal itu kita laporkan ke Sat Pol PP di Cibinong,” tandasnya. (Iwan/zah)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.