Mahasiswa Malaysia Belajar ke RSUD cibinong

Studi Lapang Management and Science University (MSU) Malaysia  Ke Instalasi Gizi RSUD Cibinong

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong menjadi objek studi lapangan sejumlah dosen dan mahasiswa dari Management and Science University (MSU) Malaysia. Malaysia dari negeri Jiran tersebut melakukan studi ke instalasi Gizi RSUD Cibinong.

Didampingi oleh tiga orang dosen dari Institut Pertanian Bogor, Rombongan peserta yang terdiri dari tiga dosen dan 12 mahasiswa dari MSU tersebut melakukan studi lapang terkait Gizi klinis keruang perawatan anak dan penyakit dalam (Gedung melati) / Gedung Melati lantai 1, 2 dan 3. Selain itu peserta studi juga membagikan bingkisan kepada pasien yang sedang di rawat. Kegiatan berlangsung, Selasa 17 Mei 2016.

dierktur rsud menerima peserta

Rombongan peserta studi diterima langsung oleh Direktur RSUD Cibinong, drg. Tri Wahyuni Harini, MM. M.Kes. Sambutan dari instalasi diklat RSUD Cibinong disampaikan oleh Dr. dr. Grace Sabrina Rumengan. Adapun selayang pandang tentang instalasi gizi RSUD Cibinong disampaikan oleh kepala Instalasi Gizi RSUD Cibinong Maria Tambunan, SKM, M.Kes, RD.

penyerahan tanda mata

selayang pandang instalasi gizi

Setelah prosesi penerimaan tamu, para peserta melakukan kunjungan langsung ke ruang perawatan Melati. Persiapan dan Pembagian Kelompok Kunjungan ke Ruang Melati 1,2 dan 3 dipimpin oleh  ahli gizi penanggung jawab rombongan studi lapang. Sementara kunjungan ke ruangan Melati 1, 2 dan 3 di pimpin oleh ahli gizi penanggung jawab ruangan.

studi lapangstudi lapang pendokumentasian

penyerahan bingkisan dari dsen MSUpenyerahan bingkisan dari dosen MSU

 

Dalam kesempatan tersebut, peserta studi dengan pihak RSUD Cibinong. Hasil diskusi antara lain  menyimpulkan adanya pehasil diskusirbedaan sistem pelayanan kesehatan di Malaysia dengan Indonesia. Perbedaan tersebut antara lain, di Malaysia setiap Fasyankes dasar memiliki dokter spesialis sementara di Indonesia sebagian besar Fasyankes belum memiliki dokter spesialis.

 

Perbedaan lainnya, setiap RS di Malaysia  hanya melayani rujukan pasien dari Puskesmas/fasyankes dasar setelah pasien dirawat dan diperbolehkan pulang kemudian pasien dikembalikan ke Fasyankes dasar. Adapun di Indonesia, tidak semua pasien kembali ke Fasyankes dasar, seperti pasien diabetes mellitus, gangguan jantung, stroke, dll. Pasien yang dirujuk kembali ke Puskesmas/ fasyankes dasar adalah pasien Gizi buruk karena di Puskesmas/Fasyankes dasar telah tersedia Klinik Gizi Buruk.

DISKUSI1DISKUSI 2

 

 

 

 

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.