Pabrik Bakso Bercampur Tawas Digerebek Mabes Polri

Kemang – Sebuah pabrik pembuatan bakso bernama CV. Monalisa yang berlokasi di Kampung Parakan RW 4, Desa Kemang,Kecamatan Kemang, digerebek puluhan aparat Tim Sub Direktorat Tindak Pidana Narkoba, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Penggerbekan dipimpin langsung Direktur Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri Brigjen  Pol. Dharma Pongrekun.

Dalam penggerebkan itu, petugas memeriksa seluruh bangunan tempat produksi dan gudang penyimpanan bahan baku serta hasil produksi bakso di area pabrik tersebut digeledah.“Pabrik bakso ini diduga memproduksi bakso dengan menggunakan bahan-bahan berbahaya berupa tawas,“ ujar Brigjen Pol. Dharma, kepada wartawan Jum’at (17/06).

Brigjen Pol. Dharma mengatakan, terungkapnya pabrik bakso yang menggunakan tawas sebagai bahan pembersih dan pengawet ini, berkat adanya informasi dari masyarakat. “Sebelumnya sudah dilakukan penyelidikan mendalam oleh Tim Lidik Subdit III. Hasilnya, proses produksi di pabrik ini, menggunakan bahan berbahaya berupa tawas yang didapatkan dari toko di wilayah Bekasi,” ujarnya.

Pabrik yang memiliki jumlah karyawan sebanyak 140 orang ini, lanjut Brigjen Dharma, memproduksi berbagai merk bakso diantaranya, bakso sapi polos Bangka, baso sapi tenis Bangka brekele, baso daging sapi kaya rasa & gizi Bangka, baso sapi asli super polos dan baso daging sapi bangka tenis urat. “Kita sudah menetapkan seorang tersangka inisial HSN, laki-laki, usia 56 tahun, warga Bogor sebagi pemilik pabrik bakso,“ paparnya.

Brigjen Pol Dharma menegaskan, dari hasil keterangan tersangka HSN, pabrik bakso ini mampu memproduksi 1,5 ton bakso setiap harinya. Pabrik yang sudah melakukan produksi selama tiga tahun ini. Parahnya operasional pabrik ini tak mengantongi izin.

“Estimasi keuntungan yang diperoleh setiap harinya mencapai Rp 3 sampai Rp 5 juta rupiah. Jika dikalkulasikan keuntungan mereka selama tiga tahun mencapai Rp 4,5 miliar,“ bebernya.

Selain itu, masih kata Dharma, aparat Dittipid Narkoba Mabes Polri juga telah menyita  beberapa barang bukti diantaranya 60 karung tawas dengan total berat 3.000 kilogram, puluhan jerigen cairan caramel dan ribuan butir baso dalam kemasan siap jual.

“Hasil produksi  dipasarlan kepasar-pasar tradisional di wilayah Jabodetabek. Kita akan terus berupaya mengungkap jaringan peredarnnya.  Termasuk akan berkoordinasi dan bekerjasama dengan Badan POM RI guna menguungkap kegiatan produksi pangan ilegal,“ terangnya.

Terkait modus operandi dan dan hukuman ancaman pidana yang akan dikenakan kepada tersangka, Brigjen Pol Dharma menegaskan, bakso yang diproduksi jelas menggunakan bahan berbahaya berupa tawas yang jika dikonsumsi rutin akan sangat berbahaya buat kesehatan manusia.

Sementara pasal yang akan disangkakan adalah pasal primer yaitu UU Pangan pasal 71 ayar (2) dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 4 miliar.

Sedangkan pasal subsider yang disangkakan adalah UU Pangan pasal 86 ayat (2) dengan ancaman 2 tahun penjara dan denda sebesar Rp 4 miliar. “Kita akan terus kembangkan kasus ini, termasuk menyelidiki jaringan pembuatan bakso ini termasuk para pemodalnya,” pungkasnya. (Iwan/zah)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.