Sidang PT.LKM, Penggugat dan Tergugat Serahkan Hasil Kesimpulan

Cibinong-bogoronline.com- Sidang lanjutan perkara perdata nomor 260/PDT.G/2015/PN.Cbn atas gugatan yang dilayangkan Syaeful Anwar selaku Pimpinan Utama Perusahaan Daerah Perkreditan Kecamatan (PDPK) Bogor kepada Pemprov Jawa Barat, Pemda Kabupaten Bogor dan PT.Lembaga Keuangan Mikro (LKM) selaku tergugat, kedua kubu saling menyampaikan kesimpulan.

Kuasa Hukum Syaeful Anwar dari Kantor Hukum Usep Supratman dalam penyampaian kesimpulan perkara tersebut, menyimpulkan diantaranya bahwa gugatan yang disampaikan sangat jelas tentang adanya perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh tergugat I dan II yang telah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan melakukan perubahan susunan Direksi yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dalam pokok perkara yang disampaikan kepada Majelis Hakim PN Cibinong, perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh tergugat I diantaranya mengadakan RUPS-LB yang seharusnya hanya merubah bentuk badan hukum dari PD PK menjadi PT.LKM.

Selain itu, tergugat I yang mengetahui bahwa tergugat II hadir dalam RUPS-LB tanpa membawa surat kuasa dari Bupati namun tidak memerintahkan tergugat II untuk melengkapi syarat-syarat mutlak dalam RUPS-LB yaitu surat kuasa, malah melanjutkan sampai terbentuknya PT.LKM.

Sedangkan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh tergugat II yakni Pemkab Bogor yaitu diantaranya bukti tambahan yang disampaikan oleh tergugat II berupa surat kuasa tertanggal 01 April 2014 seolah-olah itu merupakan surat kuasa dari Bupati Bogor, surat kuasa tersebut adalah surat kuasa ilegal mengingat pada tanggal 03 Desember 2015 pada saat RUPS-LB Bupati Bogor Rachmat Yasin posisinya sudah digantikan oleh Nurhayanti.

“Dengan adanya tergugat II yang mengatasnamakan kuasa dari Bupati Bogor selaku pemegang saham dalam RUPS-LB pada 3 Desember 2015, maka sangat jelas bahwa RUPS-LB tidak sah atau cacat hukum sehingga semua produk yang ditimbulkan haruslah dinyatakan batal demi hukum,” kata Usep Supratman, Rabu (15/06).

Selain menyebutkan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh tergugat III, dalam kesimpulan tersebut juga memuat tentang keterangan para saksi dan juga saksi ahli yang dihadirkan selama dalam proses persidangan berlangsung.

Kesimpulan yang tidak dibacakan dalam persidangan tersebut, Ketua Majelis Hakim Bambang Setyawan menjadwalkan sidang dilanjutkan pada Rabu (29/06) mendatang dengan agenda putusan. “Sidang berikutnya yaitu putusan,” katanya.

Sementara itu, Syaeful Anwar mengungkapkan, dirinya yang merasa didzalimi melalui gugatan sidang yang diajukannya tersebut, dapat terungkap siapa yang salah dan siapa yang benar. “Saya berharap persidangan yang tepat di bulan suci Ramadhan ini, kesalahan sekecil apapun dapat terungkap, sehingga kebenaran yang dapat mengalahkan kesewenang-wenangan,” ungkapnya. (di)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.