Sunda Akur Ajak Masyarakat Lestarikan Hutan

Tanjungsari, bogoronline.com- Paguyuban Sunda Akur mengajak masyarakat Jawa Barat melestarikan hutan. Sebagai kawasan konservasi dan ekosistim bagi ketersediaan air demi kelangsungan mahluk hayati didalamnya, kawasan hutan mesti dijaga kelestariannya. Selain itu, penebangan secara liar oleh oknum dapat menimbulkan bencana seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Hal itu disampaikan Ketua Paguyuban Sunda Akur, Deden Setya Nugraha SH dihadapan anggotanya, Jumat (24/6/16) di Padepokan Sunda Akur Jalan Raya Transyogi Kampung Serena, Desa Sirnarasa, Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Itu disampaikan menyusul temuan 9 batang kayu keras jenis Mahoni oleh Anggota Koramil Cariu.

“Saya mengajak masyarakat di sekitar hutan untuk menjaga dan memelihara hutan karena hutan sangat besar manfaatnya bagi kita semua. Kalau kita jaga bersama, bisa menjadi sumber kehidupan buat kita semua,” tegas Deden.

Lanjut Lurah Ibeng, sapaan Deden Setya Nugraha, dengan hutan yang hijau akan membawa manfaat besar bagi kelangsungan hidup manusia. Karenanya, ia mengapresiasi langkah yang diambil Koramil Cariu atas temuan kayu jenis Mahoni. Menurutnya, tindakan pelaku adalah kriminal dan tidak bisa dibiarkan. Siapapun pelakunya, akan berhadapan dengan hukum.

“Leuweung hejo rakyat ngejo, keuweung gundul rakyat susah” tutupnya dalam Bahasa Sunda yang bermakna, kalau gunung hijau, rakyat bisa bercocok tanam tapi kalau gunung gundul, rakyat sengsara. (Soeft)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.