Kepsek SMAN 4 Cibinong Tepis Dugaan Pungli dan Jalur Belakang

Cibinong-bogoronline.com-Terkait dugaan adanya pungutan liar (Pungli) dan “jalur belakang” dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2016/2017 di SMAN 4 Cibinong, disanggah oleh kepala sekolah Asef Awar. Menurutnya, justru pihak sekolah dan panitia memberikan kesempatan yang selebar-lebarnya kepada warga Cibinong dan sekitarnya.

“Sekolah kami baru dua tahun berdiri, memang kami sedang membutuhkan murid baru. Meskipun begitu, panitia dan sekolah memastikan tidak ada pungli,” kata Asef kepada wartawan, Sabtu (29/07).

Hal tersebut juga diungkapkan oleh ketua Panitia PPDB SMA N 4 Cibinong Evi Sukenti, menurutnya, berpedoman pada permendiknas buat wajib belajar anak bangsa serta warga negara mendapatkan pendidikan yang sama hinga ke menengah atas.

“PPDB kemarin kami lakukan sudah maksimal, panitia dan sekolah sangat memperihatikan serta mebuka jalur Apriasi dimana kami sangat mengutamakn lingkungan sekitar dan membuka ruang juga terhadap putra putri yang berprestasi baik dalam olah raga atau pun jalur prestasi lain nya,” ungkapnya.

Salah satu siswa SMAN 4 Cibinong, juga terpilih dalam mewakili pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) di tingkat provinsi Jawa Barat, atas nama Yusril siswa kelas XI IPA . “Hanya SMAN 4 Cibinong yang terpilih dalam mewakili Kabupaten Bogor ke propinsi Jawa Barat dalam mengibarkan bendera sangsaka merah putih di HUT RI 71 nanti, ini menjadi kebanggaan kita,” tutur Asef Anwar.

Asef yang merupakan Kepala Sekolah pertama di SMAN 4 Cibinong, kini membangun dan menjadikan sekolah SMA N 4 lebih maju dan mampu sejajar dengan sekolah Negeri yang ada di wilayah Cibinong.

“Siswa SMAN 4 Cibinong, juga mewakili kembali Kabupaten Bogor dalam ajang yang bergengsi yang di adakan Pocari Sweat Regional yang di adakan di Jakarta dalam olah raga Futsal putra. Kami mohon dukungan serta Doa nya khususnya masyarakat Kabupaten Bogor agar TIM Futsal SMA N 4 dapat lolos ke tingkat Nasional yang nanti akan digelar di Makasar,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, dalam roses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2016/2017 di SMAN 4 Cibinong diduga melakukan pungutan kepada orang tua siswa sebesar Rp.1,5 juta sampai dengan Rp 3 juta per siswa dengan dalih untuk perbaikan infrastruktur dan juga pembelian sejumlah alat pendingin ruangan (AC). (di)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *