PPP Tetap  Bidik Kursi Wakil Bupati

Cibinong – Perebutan kursi orang nomor satu di Kabupaten Bogor, pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2018 mendatang dipastikan bakal seru.  Pasalnya tak ada tokoh yang menonjol sehingga siapa pun kandidatnya memiliki kans untuk memenangkan pertarungan.

Meski demikian, untuk memuluskan jalannya ke kursi orang nomor satu di Kabupaten Bogor, Sejumlah tokoh partai politik yang memiliki suara mayoritas pada Pemilu 2014 lalu, seperti PPP telah berancang-ancang menyiapkan salah satu kader terbaiknya, yakni Ade Munawaroh Yanwar (AMY) untuk diplot menjadi calon wakil bupati.

“Sekarang kita tak lagi melirik kursi wakil bupati yang lowong, karena selain  masa jabatannya kurang dari dua tahun, diantara parpol pengusung pun sampai sekarang belum ada komunikasi lagi soal pengisian jabatan wakil bupati,” kata Ketua DPP PPPP Muhammad Romahurmuzy, kepada wartawan ditemui usai menggelar buka puasa bersama jajaran pengurus PPP se – Provinsi Jawa Barat, di Sekertariat DPC PPP Kabupaten Bogor, Kamis (30/07) lalu.

PPP kata pria yang akrab disapa Rommy ini, sudah berupaya mengajak parpol koalisi kerahmatan, untuk membahas masalah pengisian jabatan wakil bupati untuk mendampingi Nurhayanti, namun tak menemukan titik temu, lantaran ada ego dari masing-masing partai.

“Ya akibatnya pembicaraan masalah wakil bupati ini mandek hingga satu tahun lebih, padahal untuk daerah seluas Kabupaten Bogor, keberadaan orang nomor dua itu dibutuhkan,” ujarnya.

Menurut Rommy, ego partai ini disebabkan, koalisi yang mengusung pasangan Rachmat Yasin dan Nurhayanti, pada Pemilukada 2013 lalu terlalu gemuk.  “Ibu Bupati Nurhayanti kan sudah menyerahkan hal ini kepada partai koalisi, namun koalisi gemuk akhirnya untuk menyimpulkan dua nama sebagai calon wakil bupati itu susah.

Sekretaris DPD PAN Kabupaten Bogor Permadi Adjid melihat, pemilihan wakil bupati tersendat, disebabkan parpol koalisi maupun Bupati Nurhayanti bersikap pasif.

“Paska bertemuan di Hotel Aston, Kota Bogor, sampai sekarang Koalisi Kerahmatan yang menjadi pengusung Rachmat Yasin dan Nurhayanti pada Pemilihan Bupati (Pilbup) tahun 2013 lalu belum pernah bertemu lagi, kami ingin Bupati segera memanggil para pimpinan parpol koalisi,” katanya.

Eko Syaiful Rohman, Anggota Fraksi PKS menilai, sepertinya jabatan wakil bupati akan dikosongkan hingga berakhirnya masa bhakti Bupati Nurhayanti pada Desember 2018 mendatang. “Kalau Bu Yanti butuh pendamping, pastinya sudah meminta kepada DPRD. Namun Bu Yanti sampai saat ini belum bersikap tegas,” ungkapnya.

Bupati Nurhanyanti dalam beberapa kesempatan mengaku, Kabupaten Bogor membutuhkan wakil bupati. “Tapi semuanya kan ada ditangan parpol koalisi. Kalau Ibu sih inginnya cepat, sebab jika dipimpin berdua Kabupaten Bogor akan lebih baik,” tandasnya. (zah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *