Atap Gedung KNPI Kota Bogor Ambruk

Kota Bogor – bogorOnline.com

Tak ada angin tak ada hujan, tiba tiba saja atap plafon lantai dua gedung KNPI Kota Bogor seketika saja ambruk. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (18/8), sekitar pukul 11.00 WIB. Untung saja tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun sejumlah orang yang sedang berada di dalam gedung KNPI berlarian keluar gedung dengan terbirit birit karena takut tertimpa reruntuhan.

Saat kejadian, sejumlah tokoh pemuda Kota Bogor sedang berada di lantai satu dalam gedung KNPI, diantaranya mantan ketua KNPI Purwana Riyadi, Andri Daslim, Adi Prasetio, Emir Kadarisman, Riza Nugraha, Dian Prima dan beberapa orang yang sudah berlatih basket dari tim BBB (Bukan Basket Biasa) yang sedang istirahat di dalam gedung KNPI.

Adi Prasetio mengungkapkan, saat kejadian terdengar suara gemuruh sangat kencang dan semua yang ada di dalam gedung KNPI langsung berlarian keluar menyelamatkan diri.

“Saya kira ada gempa bumi karena ada suara gemuruh sangat kencang. Setelah kita berlarian keluar, ternyata atap plafon lantai dua ambruk semua,” ungkapnya.

Hal serupa dikatakan Emir Kadarisman, dengan spontan saya dan yang lain nya langsung lari keluar gedung setelah mendengar suara gemuruh sangat keras.

“Kita semua langsung saja lari keluar gedung. Kita tidak menyangka bahwa atap plafon di lantai dua yang ambruk, karena suara gemuruhnya sangat keras sekali,” ucapnya.

Sementara, penjaga kantor gedung KNPI Kota Bogor, Mukti mengatakan, sekitar seminggu lalu pernah terjadi bocor di atap plafon lantai dua, tetapi sudah di rapihkan dan diperbaiki.

“Saya juga tidak ngerti kenapa bisa ambruk gini, padahal kondisi plafon masih bagus,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan gedung KNPI terakhir dilakukan pada tahun 2002 lalu, dan sampai saat ini memang belum dilakukan perbaikan.

“Sudah lama plafon itu memang belum diperbaiki. Kebetulan Ketua KNPI Kota Bogor Hasbulloh sedang melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Mekah,” pungkasnya.(bunai)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.