by

Bima Arya Berikan Kesaksian, Sidang Kasus Pembelian Lahan Jambu Dua

Kota Bandung – bogorOnline.com

Wali Kota Bogor Bima Arya memberikan kesaksian terkait Kasus Penbebasan lahan Warung Jambu Dua milik Angkahong senilai Rp 43,1 miliar pada tahun 2014 silam di Pengadilan Negeri Khusus kelas I A Bandung atau PN Tipikor Bandung, Jalan R E. Martadinata, Bandung pada Senin (22/8/16).

Selama lebih kurang enam jam Bima dimintai kesaksian, dirinya tampak tenang sembari membawa tas yang berisi berkas-berkas, ketenangan kesaksian nya, mulai terusik saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) menanyakan kenapa berkali-kali ia mendatangi pemilik lahan yaitu Angkahong.

Dalam kesaksian nya Bima mengatakan, dirinya menerima laporan dan membantu tim skala kecil untuk bernegoisasi dengan pemilik lahan karena pemilik lahan ingin langsung bertemu dengan Wali Kota Bogor. Bima juga sempat bingung saat ditanyakan asal usul anggaran untuk pembebasan lahan Warung Jambu Dua, namun dia tetap bertahan dengan proses yang dianggap sudah benar.

Bima Arya mengatakan,ada tahap-tahapan yang dilakukan untuk proses pembebasan lahan itu. Dirinya bersama Wakil Wali Kota Bogor (Wawali) Usmar Hariman dan Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat pada bulan Agustus 2014 untuk menanyakan kepada Angakahong apakah lahan itu dijual atau tidak. Ini kegiatan besar karena itu langsung di pastikan tidak berdasarkan informasi orang lain.

“Saat itu setelah selesai pembayaran, ada masalah pemilik kios di lahan itu. Apakah pedagang itu masih punya hak atau tidak, karena tidak jelas kembali saya bertiga kembali ke rumah Angakahong sekitar bulan Februari 2015,” ungkap Bima saat di persidangan.

Bima menambahkan, ketika ketiga kali dirinya mendatangi rumah Angkahong saat perjalanan pulang dinas dari Cisarua, dirinya kaget saat melihat bendera kuning hingga memutuskan turun dan ia bertemu keluarga Angkahong melihat jenazah Angkahong langsung. Hanya 30 menit di rumah duka karena tidak direncanankan saat itu ia bertugas untuk jadi pembicara didaerah Cisarua.

“Alasan saya bertemu Angkahong ingin berbicara langsung dengan Wali Kota Bogor, karena Angakahong tokoh senior di Kota Bogor. Pada tanggal 26 September 2014 melaporkan kepada saya dua hal yang pertama hasil aprasial secara lisan dan kedua pembicaraan dengan Angkahong belum menemui titik temu,” tandasnya.

Namun pada saat di konfontir, terdapat perbedaan keterangan atau kesaksian, Walikota Bogor Bima Arya, Ketua DPRD Kota Bogor Untung Maryono, Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, anggota DPRD seperti Yus Ruswandi, Atty Somaddikarya dan Teguh Rihananto.

Saat Hakim Ketua Lince Ana Purba menanyakan apa nama proses pembelian lahan Angkahong berdasar dari uang sisa salur yang sudah dibahas TAPD dan Badan Anggaran.

Untung Maryono menyatakan, jika pembelian lahan Angkahong dengan menggunakan dana dari sisa salur sebesar Rp 31 Miliar tersebut merupakan dinamika rapat saja. Sedangkan, eks Ban ang DPRD seperti Yus Ruswandi dan Teguh Rihananto menyatakan itu merupakan kesimpulan. Sedangkan Bima Arya maupun Ade Syarip mengatakan, jika itu keputusan. Dan Atty mengaku, saat itu tidak ikut selesai rapat sehingga belum bisa menyatakan kepastian itu.(bunai)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed