Dewan Kritisi Sekolah Gratis

bogoronline.com – Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadhi Wibhawa meminta kampanye soal pendidikan gratis sebaiknya dihentikan. Menurut dia, partisipasi orangtua siswa untuk mendanai kebutuhan pendidikan diperlukan, bukan hanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tetapi juga bentuk tanggungjawab orangtua untuk mendidik anaknya.
“saya kira sebaiknya (pendidikan gratis) di evaluasi. Kita harus proporsional, mana yang harus digratiskan dan mana yang memang harus bayar,” ujarnya.

Egi mengatakan, jangan sampai orangtua yang mampu tidak lagi merasa perlu tanggungjawab menyekolahkan anak. “jangan lalu uangnya malah diberikan sepeda motor, digunakan oleh anak-anaknya yang belum cukup umur untuk mengemudi,” kata dia.

kenyataan yang terjadi, lanjutnya, banyak anak-anak sekolah dasar dengan smartphone yang mahal harganya. “di sisi lain, sekolah tidak punya pos anggaran yang cukup untuk menggaji guru honor yang jumlahnya sangat banyak,” katanya.

Kendati demikian, Egi menambahkan, warga yang tidak mampu memang harus mendapat fasilitas pendidikan gratis. “jadi ada subsidi silang, yang tidak mampu digratiskan sedangkan yang mampu harus bayar,” katanya.

Selain minta evaluasi konsep sekolah gratis, Egi juga meminta agar pemerintah menaikan gaji guru honor. Salah satunya dengan mengubah alokasi penggunaan dana BOS untuk gaji guru dari 15 persen ke 45 persen.”alokasi 15 persen itu terlalu kecil, apalagi sekolah swasta yang gurunya mayoritas guru honor,” pungkasnya (ful)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.