Di APBD 2016, tak Ada Anggaran Khusus untuk Festival Kopi, GNPK Minta Distanhut Transparan

Cibinong – bogoronline.com – Dibalik kesuksesan festival kopi yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut), ternyata ada sejumlah persoalan yang menjadi pertanyaan sejumlah pihak, diantaranya mengenai tindak lanjut dari festival dan terkait anggaran.

“Kita mengapresiasi langkah Distanhut yang berani menyelenggarakan festival kopi Bogor, karena baru kali ini ada perhatian serius kepada para petani kopi di Kabupaten Bogor. Namun, kami juga mendesak Distanhut terbuka soal anggaran yang dialokasikan untuk festival,” kata Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Kabupaten Bogor, M. Sinwa, MZ, Selasa (09/08).

Apalagi menurut Sinwan, dirinya tak menemukan mata anggaran khusus untuk penyelenggaraan festival kopi, sebab dalam APBD 2016 hanya disebut, Distanhut mengalokasikan anggaran sebesar Rp 327 juta untuk pengembangan kopi rakyat dan Rp 316 juta untuk pengembangan, pengolahan dan mutu hasil kopi.

“Walau pun ada, tapi sifatnya umumnya yakni di mata anggaran promosi atas hasil produksi pertanian daerah, senilai Rp 741 juta dengan rincian belanja pegawai Rp 140 juta, belanja barang dan jasa Rp 552 juta dan belanja modal Rp 48 juta. Dari tiga mata anggaran tersebut, tak satu pun menjelaskan soal kegiatan festival kopi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sinwan mengatakan, publikasi anggaran kegiatan festival itu diperlukan, karena rakyat sebagai pemilik uang yang pengelolaannya dititipkan ke Pemerintah Kabupaten Bogor melalui APBD berhak tahu. “Sekarang ini eranya keterbukaan, apalagi sudah ada aturan perundang-undangan yang mewajibkan semua anggaran untuk pembangunan dipublikasikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Kadistanhut) Siti Nuriyanti, saat konferesi pers bersama sejumlah wartawan menjelaskan, festival kopi bekerja sama dengan sebuah event organizer itu, tujuannya untuk memperkenalkan produk kopi asal Kabupaten Bogor.

Namun sayangnya, saat itu Nuriyanti tidak menjelaskan, soal anggaran untuk penyelenggaraan festival, apakah murni dibiayai pihak ketiga atau ada sumbangan dari APBD. “Potensi kopi di Kabupaten Bogor sangat tinggi, pada tahun 2015 lalu, total biji kopi yang dihasilkan para petani mencapai 2.400 ton lebih,” katanya.

Nuriyanti menjelaskan, untuk meningkatkan produktifitas panen, Distanhut telah membantu penyedian bibit kopi unggul yang akan disebar kepada seluruh petani di 17 kecamatan. “Tanaman kopi tersebar di 17 kecamatan dengan luas areal mencapai 3.000 hektar dan paling luas berada di Kecamatan Sukamakmur dan Tanjungsari,” ungkapnya.

Anggota Komisi V DPR – RI Ichsan Firdaus meminta, festival kopi jangan sebatas acara seremonial belaka, tapi harus berimbas pada perbaikan nasib petani.“Kami menyambut positif festival kopi Bogor ini, tapi kami ingin imbas dari acara ini ada manfaatnya bagi para petani kopi, karena sekarang ini keuntungan masih dinikmati tengkulak,” ” kata Anggota Komisi IV DPR – RI Ichasan Firdaus, kepada wartawan. (zah)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.