Dinas Bina Marga Minta Pelaku Pembuang Sampah Dipinggir Jalan Ditindak Tegas

Cibinong – bogoronline.com – Tingkah sebagian warga Bumi Tegar Beriman yang menjadikan bahu jalan dan sungai-sungai sebagai tempat pembuangan sampah membuat Dinas Bina Marga dan Pengairan kesal. Dinas pimpinan Edi Wardhani ini mendesak Dinas Kebersihan dan Pertamanan menindak tegas para pelaku.

“Penanganan sampah ini sebenarnya menjadi tugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan, bukan Dinas Bina Marga dan Pengairan, tapi sayangnya dinas pimpinan Pak Panji ini sepertinya tidak mampu mengatasi persoalan sampah yang menumpuk di bahu jalan,” kata Anggota Komisi III DPRD Ade Senjaya, Minggu (31/07).

Ade mengungkapkan, selain minimnya ketersedian Tempat Penampungan Sementara (TPS), kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah. “Nah, bagi warga yang membuang sampah di bahu jalan atau di sungai, sekali-kali perlu diberikan tindakan tegas, apalagi Kabupaten Bogor telah memiliki Perda Nomor 2 tahun 2014 yang didalamnya mengatur soal penjatuhan sanksi,” ujarnya.

Ade pada kesempatan itu, menyesalkan sikap Dinas Kebersihan dan Pertamanan, yang dianggapnya kurang memiliki inovasi untuk menekan tingginya jumlah warga yang membuang sampah di bahu jalan, sungai maupun irigasi.“Ya minimalnya mereka harus membentuk satuan tugas (Satgas) untuk menangkap para pembuang sampah sembarangan, ini penting untuk efek jera,” tegasnya.

Sebelumnya, dipicu rasa kesal, Dinas Bina Marga dan Pengairan berencana menerapkan sanksi kepada para pembuang sampah di sembarang tempat dengan menggunakan Perda Nomor 2 tahun 2014. “Gara-gara banyaknya TPS di bahu jalan, kondisi jalanan menjadi kotor, bahkan menyebarkan bau tak sedap.Ya walau ini bukan tugas kami, tap tak ada salahnya kalau kami berinisiatif untuk melakukannya,” kata seorang pejabat di Dinas Bina Marga dan Pengairan.

Dari hasil pantuan wartawan,  ulah warga yang membuang sampah di bahu jalan memang sudah kelewat batas, bahkan bahu Jalan Tegar Beriman pun mereka jadikan tempat untuk membuang sampah. Al hasil, jalan yang menjadi etalase atau wajah Kabupaten Bogor pun menjadi kumuh. Ironisnya, sampai sekarang belum ada langkah nyata dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan untuk mencegahnya. (zah)