Disampaikan Bupati di RUPS, DBMP Harus Beli Aspal PPE

Cibinong – bogoronline.com – Bupati Nurhayanti memerintahkan kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (BBMP) Edi Wardhani, agar aspal yang digunakan untuk perawatan dan pemeliharaan jalan dibeli dari PT. Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE).

“PT. PPE kan anak kandung dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Kebetulan salah satu unit bisnisnya menyediakan aspal atau hotmix. Jadi Ibu minta Pak Edwar jangan beli aspal keluar dulu lah, DBMP dengan PPE kan ibarat kakak adik, sehingga wajib hukumnya untuk saling membantu dan membesarkan,” kata Nurhayanti, kepada wartawan usai memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT.PPE baru-baru ini.

Kendati tidak meminta semua kebutuhan aspal dibeli ke PPE, namun Nurhayanti meminta,  minimalnya untuk perawatan dan pemeliharaan jalan, semua aspal disuplai PPE.

“Tiap tahun kan semua ruas jalan pasti mendapatkan anggaran perawatan, tak ada salahnya semua aspalnya disuplai PT. PPE. Ini penting, agar PPE bisa tumbuh menjadi perusahaan besar dan menguntungkan,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, pada tahun ini, Bidang Pengelolaan dan Pemeliharaan Jalan, Dinas Bina Marga dan Pengairan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 98, 3 miliar.

“Saya sependapat dengan Bupati Nurhayanti, DBMP jangan dulu membeli aspal dari perusahaan luar, kalau memang PPE menyediakannya,” kata Ketua Komisi II DPRD Yuyud Wahyudin.

Pada bagian lain, Bupati Nurhayanti meminta, PPE tak mengembangkan bisnis lainnya diluar yang direncanakan. “Ibu tak melarang PPE mengembangkan bisnisnya, tapi untuk sementara fokus dulu lah, baru setelah berhasil, bisnis lain dikembangkan,” katanya.

Nurhayanti mengingatkan, jajaran direksi PPE menyelesaikan persoalan terkait tumpang tindihnya lahan di areal penambangan batu di Kecamatan Cigudeg dengan milik Perhutani.

“Ibu minta itu semua diselesaikan, agar PPE pada tahun 2018 nanti bisa memberikan deviden ke kas daerah, sebagai pemilik modal,” ujarnya.

Direktur PT. PPE Radjab Tampubolon menegaskan, aspal yang diproduksi perusahaannya kualitasnya tak kalah dengan produksi perusahaan lain.

“Aspal yang PPE produksi sudah sertifikasi nasional, artinya bisa digunakan untuk pengaspalan jalan, baik yang dibiayai APBN, APBD provinsi maupuan APBD kota/kabupaten,” terangnya.

Selain AMP, kata Radjab tambang batu atau quarry di Gunung Bitung, Kecamatan Cigudeg, sejak diresmikan produksinya terus meningkat dan telah menyuplai kebutuhan bahan baku untuk Unit Bisnis AMP.

“Tahun ini, quarry Gunung Bitung produksinya ditargetkan mencapai 350 ribu meter kubik, yang dipakai kebutuhan sendiri sekitar 60 ribu meter kubik, sisanya akan dijual keluar,” pungkasnya. (zahra)