Ego Politik Lebih Penting dari Hajat Masyarakat, Imbasnya : Wabup Bogor Kosong, Kinerja Ompong

CIBINONG – Hobi surat menyurat DPRD Kabupaten Bogor dalam proses pengisian Wakil Bupati Bogor, dianggap tak lebih dari sekedar kepentingan ego politis dari partai-partai pengusung Rachmat Yasin-Nurhayanti dalam Pilkada 2013, yang tergabung dalam Koalisi Kerahmatan.

Pengamat politik, Fri Suhara mengatakan, ego politis itu telah mengorbankan kepentingan masyarakat Bumi Tegar Beriman. Hingga berdampak pada tidak optimalnya pelayanan dengan maksimal hanya dengan seorang bupati tanpa wakil dalam satu setengah tahun terakhir.

Berita Terkait : Bu Yanti Sabar Ya, Cawabupnya Belum Ada

“Tentu ini kepentingan politis. Kalau surat menyurat itu, saya kira hanya untuk memuluskan ego mereka itu. Kalau memang DPRD berniat mengisi kekosongan wabup sesuai UU Nomor 8 Tahun 2015, bentuk saja panitia pemilihannya, calonnya belakangan,” kata dosen Otonomi Daerah UIKA Bogor itu kepada BogorOnline.com, Rabu (3/8/2016).

“Siapkan saja dulu perangkatnya. Kalau panlih dan segala macamnya disiapkan, maka parpol akan terpaksa mengusulkan nama,” kata dia.

Sesuai Tata Tertib (Tatib) DPRD Kabupaten Bogor, wabup harus terisi dua minggu setelah panlih terbentuk. “Makanya, kalau sudah tertuang di tatib itu, pasti akan dijalankan (pengusungan calon). Jangan mencari-cari celah terus,” tukasnya.

Menurutnya, Bupati Nurhayanti tidak maksimal memimpin Bumi Tegar Beriman. “Kalau nyaman sendiri dan kinerjanya maksimal sih tidak apa-apa. Tapi kan lihat saja gugatan dari mana-mana belakangan ini. Itu menunjukkan jika bupatinya mulai kelimpungan memimpin besarnya wilayah dan jumlah penduduk,” lanjutnya.

“Maka itu wakil bupati mesti segera diisi jika mau mengembalikan kinerja pemerintah daerah secara keseluruhan,” pungkasnya. (cex)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.