Kilas

Harga Rokok Naik, 1,6 Juta Orang Terancam Nganggur

BOGOR- Isu kenaikan harga rokok hingga 100 persen mulai depan, ditengarai menjadi senjata tengkulak tembakau untuk menakuti petani tembau di daerah. Alih-alih mengurangi jumlah perokok, baru diisukan saja, harga tembau telah melonjak 55 persen.

Ketua Umum APTI, Soesno menyebut isu itu telah merusak harga jual tembakau petani di daerah dan berujung sebagai dasar tengkulak menakuti petani tembakau.

“Tengkulak menakuti petani supaya bersedia melepas panen tembakaunya dengan harga rendah. Alasannya, industri hasil tembakau tahun ini akan sedikit menyerap tembakau karena harga rokok dinaikkan menjadi Rp 50 ribu. Nah, kondisi ini sangat meresahkan petani tembakau, khususnya di Jawa Timut,” kata Soeseno dikutip dari CNN Indonesia, Senin (22/8).

Menurutnya, petani di Pamekasan dan Sumenep banyak mengadu tembakau jenis Perancak 95 milik mereka dibujuk tengkulak untuk dijual dengan harga murah.

“Di Pamekasan harga tembakau ditawar tengkulak Rp 18 ribu per kilogram. Di Sumenep Rp 19.500. Padahal rata-rata harga tembakau Perancak 95 mencapai Rp 40 ribu per kilogram. Bahkan di tahun 2010 harganya bisa mencapai Rp 60 ribu,” lanjutnya.

APTI mencatat, sekitar 6,1 juta orang Indonesia menggantungkan hidupnya dari rokok. Selain itu pendapatan daerah dari cukai rokok juga tinggi.

“Sumbangan cukai dari Jawa Timur ke pusat sebenarnya mencapai Rp 100 triliun,” tukasnya. (cex)