Cibinong – bogoronline.com – Ratusan SDN dan puluhan SMPN di Kabupaten Bogor bakal kekurangan guru, lantaran pada tahun ini ada ratusan guru yang memasuki masa purna bhakti atau pensiun.
Celakanya lagi, sejak tahun 2014 hingga 2016 ini, Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN – RB) belum mencabut kebijakaan moratorium penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru.
“Ini memang menjadi persoalan serius, kami sudah mengusulkan ke menteri PAN – RB, pada saat dijabat Pak Yudy Chrisnandi, khusus untuk tenaga guru moratorium dikesampingkan,” kata Sekretaris Daerah Adang Suptandar, ditemui di halaman Pendopo Bupati, Kamis (10/08).
Adang mengungkapkan, tahun 2016 ini, sedikitnya ada 500 guru yang akan memasuki masa pensiun. “Jika permintaan kami ke Kemen PAN – RB tidak dikabulkan, jujur saja kita sangat kelimpungan untuk mengatasi persoalan guru, karena jumlah 500 itu yang pensiun itu tidaklah sedikit,” ujarnya.
Adang pada kesempatan itu memahami, moratorium penerimaan CPNS baru itu dikeluarkan pemerintah pusat, lantaran keberadaan PNS yang jumlahnya dianggap terlalu gemuk itu membenani APBN. “Okelah, kalau untuk tenaga administrasi dan structural tidak ada penerimaan pegawai baru, kami cukup memahami, namun untuk guru dan tenaga fungsional lainnya semisal paramedis termasuk didalamnya dokter, bidan dan perawat jangan, apalagi untuk wilayah seluas Kabupaten Bogor,” ungkapnya.
Adang mengungkapkan, sejak tahun 2014 hingga 2016 ini, jumlah guru yang mengajar di semua tingkatan sekolah yang telah pensiun mencapai 1. 682 orang. Pada tahun 2017 jumlahnya akan bertambah menjadi 2.195 guru yang pensiun. “Itu artinya bila tidak ada penambahan, Kabupaten Bogor di tahun 2017 nanti akan kekurangan 2.195 guru dan ini akan menjadi masalah, bila tidak segera diatasi,” jelasnya.
Ketua Dewan Pendidikan Abidin Said pun mendesak moratorium untuk tenaga guru ditiadakanlah. “Saya yakin tak hanya Kabupaten Bogor saja yang kebingungan mengatasi kurangnya tenaga guru, akibat banyak yang pensiun, tapi juga daerah lain di Indonesia. Untuk itu, dalam waktu dekat ini, Dewan Pendidikan akan mendatangi Kemen PAN – RB, untuk menyampaikan persoalan terkait kurangnya guru di Kabupaten Bogor,” katanya. (zah)





