Awas, Wajar Dikdas Tuntas Pengangguran Beringas

BogorOnline.com, CIBINONG- Pemerintah Kabupaten Bogor boleh saja menargeykan rata-rata lama sekolah (rls) delapan tahun pada 2018 mendatang lewat program wajib belajat pendidikan dasar (wajar dikdas). Namun, soal lulusan sekolah ini bisa bersaing dalam dunia kerja serta lapangan pekerjaannya pun mesti dipikirkan. Jangan sampai target tercapai, tapi pengangguran juga meningkat.

Data yang dilansir Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor, jumlah pengangguran dilihat dari pendidikannya, lulusan SLTA paling tinggi mencapai 39,58% dari jumlah penduduk 5,4 juta jiwa.

Tempat kedua diduduki tamatan SLTP 25,93%, lulusan SD ditempat ketiga dwngan 3,45% dan lulusan perguruan tinggi 3,76%.

Mendengar data ini, Bupati Bogor, Nurhayanti ingin lulusan SLTA mampu meningkatkan kemampuan lewat pendidikan non-formal. Setidaknya mampu menciptkan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM).

“Pendidikan formal memang penting. Tapi pendidikan non-formal juga mesti diasah. Karena itu bisa meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Bogor,” kata Nurhayanti, kepada BogorOnline.com, Rabu (28/9).

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, TB Luthfi Syam menjelaskan, lulusan tingginya lulusan SLTA yang menjadi pengangguran kemungkinan didominasi oleh tamatan SMA.

“Kalau tamatan SMA memang tidak disiapkan langsung kerja. Kalau SMK, sebelum lulus, ada indikator-indikator yang bisa jadi barometer mereka siap kerja atau tidak,” kata Lutfhi.

Luthfi menambahkan, minimnya perusahaan yang memiliki jaringan kerja outsourching di Kabupaten Bogor, juga jadi kendala.

“Sekarang tidak bisa dikesampingkan banyak perusahaan menggunakan sistem kerja outsourching. Nah ini minim di Kabupaten Bogor. Banyaknya justru di Bekasi dan daerah lainnya,” tukas Luthfi. (cex)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.