Proses Gagal Lelang Pembangunan Gedung DPRD, Kuncinya Wasbangkim Dan ULP

Kota Bogor – bogorOnline.com

Terkait permintaan untuk menggagalkan lelang proyek gedung dewan sesuai keinginan Ketua DPRD Kota Bogor, Untung W Maryono masih dipikir-pikir oleh Walikota Bogor, Bima Arya.

Bima mengaku, belum bisa memutuskan kaitan pembatalan lelang karena belum mendapatkan laporan secara utuh baik dari Dinas Pengawasan Bangunan dan Permukiman (Wasbangkim) Kota Bogor serta Unit Layanan Pelelangan (ULP) Kota Bogor.

“Saya belum tahu soal gedung DPRD. Kemungkinan nanti saya minta laporan dulu baru diambil tindakan,” ujar Bima, Selasa (20/9/16).

Terpisah Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman menjelaskan, gagal lelang dapat dilakukan ketika proses di ULP tidak memenuhi syarat.

“Apabila ada syarat yang harus dipenuhi tidak dipenuhi dalam proses lelang maka masuknya gagal lelang. Dan untuk dilelangkan dalam batas waktu tertentu bukan untuk digagalkan secara total ditahun 2016,” ujar Usmar.

Usmar melanjutkan, dilihat dari fungsi gedung DPRD itupun memang sangat dibutuhkan sesuai dengan rancangan selama ini.

“Kita membutuhkan gedung itu sesuai rancangan kita selama ini. Saya sendiri belum tahu kalau ada pengumuman pemenangnya besok (rabu,red). Yang saya ketahui hanya informasi peminat diatas 200 dan yang terverifikasi diatas 17 perusahaan. Dan sekarang mengkerucut kepada siapa, saya juga belum tahu,” ungkapnya.

Mengenai gagal lelang, kata dia, ia juga belum mengetahui dasarnya pembatalan lelang tersebut. Sedangkan pengadaan barang dan jasa sarana perkantoran untuk DPRD ini sangat dibutuhkan karena kapasitas posisi yang lama sudah tidak mempuni. Selain itu, kata dia, mengingat penambahan penduduk yang sudah mencapai diatas 1 juta menyebabkan persentasi anggota DPRD dari 45 menjadi 50 orang sehingga membutuhkan sarana tambahan.

“Kaitan dengan rencana ini sudah selesai, sehingga rancangan bangunnya dan anggarannya dipersiapkan dan ditindaklanjuti dengan MoU dan diparipurnakan. Dalam paripurna disetujui bahwa DPRD menyetujui untuk bangunan gedung itu dengan system multi years. Kalaupun hal-hal yang ditentukan oleh ULP memenuhi syarat untuk sesuai prosedur yang ada, tidak ada kata lain untuk dilanjutkan,” terangnya.

Usmar menambahkan, proses seleksi itupun sudah mengikuti system di ULP.

“Bagaimanapun prosesnya sudah ada di ULP dan mengikuti system yang ada. Dan sampai saat ini saya belum mengetahui tentang pengumuman yang akan dilakukan besok,” pungkasnya.(bunai)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.