Sepenggal Cerita Bupati Nurhayanti yang Ingin Cucunya jadi Abdi Negara

CIOMAS- Open House! Begitulah kegiatan rutin Bupati Bogor, Nurhayanti dalam hari-hari besar umat Islam. Pada Hari Raya Idul Adha 1437 H/2016, Senin (12/9), kediamannya di bilangan Jalan Rahayu 1 RT001/009, Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas ramai didatangi warga sekitar. Entah untuk sekedar berjumpa bupati atau makan dan foto bersama sang nenek tiga cucu.

Rupanya, kegiatan seperti ini telah dilakukannya sejak lama, tepatnya 16 tahun silam. Tak lebih, Nurhayanti ingin mendekatkan diri dengan warga. Tentunya tanpa kawalan protokol khas seorang pejabat.

Mengenakan jilbab merah muda, Nurhayanti melayani setiap ajakan foto bersama warga. Tak terhitung berapa banyak orang yang datang kerumahnya sejak pagi. Sesekali ia pun memegangi lututnya menandakan letih kakinya. Namun, senyum selalu tersirat dari wajahnya di Lebaran Haji.

“Ini bukan kegiatan baru. Tapi tiap tahun sejak 16 tahun lalu saya selalu lakukan silaturahmi semacam ini. Jadi jauh sebelum saja jadi bupati, giat ini sudah saya lakukan,” kata Nurhayanti ditemui BogorOnline.com disela open house di kediamannya.

Wanita yang akrab disapa Bu Yanti itu pun sedikit menceritakan mengenai keluarga, khususnya ketiga cucu yang mewarnai hidupnya, ya sebagai salah seorang warga negara Indonesia tentunya.

Apa arti cucu untuk seorang Nurhayanti?

“Sangat luar biasa berarti bagi saya. Dulu kami sekeluarga cuma berempat. Saya, suami, dan dua anak laki-laki. Tapi sekarang ditambah dua menantu dan tiga cucu, jadi ramai. Seru”

Kemana tempat favorit untuk liburan bersama mereka?

“Tidak ada. Yang penting kebersamaan. Karena saya sendiri juga sibuk. Jadi kalau pada akhir pekan tidak ada kegiatan, pasti saya luangkan waktu bersama keluarga”

Sebelumnya, adakah keinginan agar ada yang mengikuti jejak ibu?

“Pinginnya sih ada. Tapi saya sebagai orang tua juga tidak bisa memaksakan. Biar mereka memilih jalan sendiri. Yang saya sadari, dua anak saya itu ikut bapak semua, tertarik di bidang seni”

Kalau cucu bagaimana, jadi gubernur mungkin?

“Lihat saja. Saya kepingin ada yang mengikuti jejak saya sebagai abdi negara. Tapi lihat saja mereka nanti jadi apa. Yang penting pemahaman agama yang ditanamkan sejak dini. Terpenting, mereka lebih bail dari kakek-nenek mereka kelak”

Yanti mengaku, sempat meminta salah satu anaknya menjadi PNS. Namun, bukan itu jalan hidup yang mereka inginkan. Yanti pun beranggapan, pendidikan hingga sarjana sudah diberikannya dan mereka senang dengan kehidupannya saat ini, tentu dengan memberikan seorang cucu dari anak pertama dan dua dari si bungsu. (cex)