Tunjangan Guru Dihapus, Pemkab Bogor Tambah Anggaran Belanja Langsung

CIBINONG- Pemerintah Kabupaten Bogor menurunkan sejumlah target keuangan dalam Rancangan Perubaham APBD 2016, untuk mengakali penundaan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 347,214 miliar dari pemerintah pusat. Penurunan terbesar ada pada kelompok belanja tidak langsung yang mencapai Rp 124,633 miliar dari semula diusulkan Rp 3,293 triliun.

Bupati Bogor, Nurhayanti mengungkapkan, efisiensi dilakukan terhadap belanja yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat, seperti penyediaan infrastruktur jalan dan jembatan, layanan kesehatan serta alokasi di bidang pendidikan dan alokasi dana pembangunan desa.

“Ada juga kebijakan pemerintah pusat yakni pemotongan tunjangan profesi guru. Ini lebih didasarkan pada perhitungan dan hasil rekonsiliasi data antara Kementerian Pendidikan dan Kementerian Keuangan,” kata Nurhayanti, Senin (19/9).

“Tapi jangan khawatir. Karena pemotongan ini tidak akan berpengaruh terhadap penyuran tunjangan sertifikasi bagi guru yang sudah memenuhi kualifikasi,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah (DPKBD) Kabupaten Bogor, Rustandi mengungkapkan, target pendapatan daerah yang ditarget dalam RAPBD Perubahan 2016 turun Rp 347,48 miliar atau enam persen dari target pendapatan dalam APBD 2016 sebesar Rp 5,795 triliun.

“Dana perimbangan paling besar penurunannya. Mencapai Rp 493,519 miliar. Jadi dalam APBD Perubahan ini ditarget Rp 2,390 triliun, turun 17,11 persen dari target semula Rp 2,883 triliun,” jelas Rustandi.

Sementara dari total belanja daerah yang diusulkan dalam APBD Perubaham 2016, turun 0,50 persen atau Rp 35,251 miliar menjadi Rp 6,98 triliun dibanding belanja yang diusulkan dalam APBD 2016 yang dialokasikan Rp 7,015 triliun.

“Nah disini belanja tidak langsung jadi yang paling besar penurunannya. Mencapai Rp 124,633 miliar. Atau 3,78 persen dari semula Rp 3,293 triliun menjadi 3,169 triliun,” lanjutnya.

“Belanja langsung justru meningkat 2,40 persen atau Rp 89,381 miliar. Jadi dari alokasi diawal Rp 3,721 triliun, naik jadi Rp 3,810 triliun,” tukasnya.

Ia menambahkan, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik 60,471 miliar atau 3,01 persen dari target semula Rp 2,006 triliun. “Target pendapatan lain-lain yang sah diperkirakan naik Rp 85,567 miliar atau 9,45 persen dari semula Rp 905,355 miliar jadi Rp 990,923 miliar,” pungkasnya. (cex)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.