Perumahan Grane Taman Leticia Cariu Belum Ber IMB, Konsumen Harus Waspada

bogorOnline.com-Cariu

Sekertaris Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kabupaten Bogor Sony Abdussukur menjelaskan, terkait masalah pembangunan perumahan Grane Taman Leticia Cariu, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor oleh PT Trixie Graha Anugrah pihaknya mang sudah mengetahui. Sedangkan untuk masalah kajian teknis ada di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

“Kalau untuk Izin Mendirikan Bangunan alias IMB memang sampai saat ini belum ada,” kata Sony saat ditemui bogorOnline.com di kantornya.

Sebalumnya, Kasi Teknis Pemanfaatan Ruang pada Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (DTRP) Kabupaten Bogor, Eka Warto mengjelaskan, memang sampai saat ini, pihaknya belum melakukan kajian soal perusahaan itu. Karena nama perusahaan pengembang perumahan Grane Taman Leticia Cariu, belum masuk ke dinas.

“Jadi, saya tidak tahu sudah berizin atau belum,” kata Eka saat dihubungibogorOnline.com Kamis (27/10/16).

Tambah Eka menjelaskan, izin perumahan tersebut akan dikeluarkan setelah dilakukan bebeapa kajian, salah satunya kajian di Dinas tata ruang. Apakah lahan persawahan dibolehkan untuk beralihfungsi menjadi perumahan.

“Izin lokasi itu tidak mudah, perlu dilakukan kajian komprehensif oleh tim teknis yang terdiri dari beberapa dinas diantaranya, dinas tata ruang dan tata bangunan. Setelah beres kajian, yang mengeluarkan izin itu ada di Badan Perizinan.

“Namun, untuk perumahan Grane Taman Leticia Cariu belum kami proses,” tambahnya.

Sebelumnya pihak Kecamatan Cariu mengkalim bahwa perumahan Grane Taman Leticia Cariu telah mengantongi izin, dan berani menabrak program pemerintah yang melarang lahan basah beralihfungsi menjadi perumahan.

”Saya sudah tahu ada pembangunan perumahan Grane Taman Leticia Cariu di lahan persawahan. Dan, pembangunan itu sudah ada izinnya,” tutur Kasi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Cariu, Bakri Hasan melalui pesan singkatnya kepada wartawan.

Bahkan, Bakri berdalih, lahan sawah itu sangat memungkinkan untuk dibangun perumahan. Bakri pun menyebut Dinas Tata Ruang dan Permukiman (DTRP) Kabupaten Bogor yang memberikan rekomendasi bahwa, lahan sawah tersebut boleh dialihfungsikan.

“Lahan sawah itu boleh dibangun perumahan. Selain sudah ada izin lokasi, menurut Tata Ruang, lokasi itu ada pada PP3. Jadi, boleh dibangun perumahan,” kilah Bakri seolah membela pengembang.(rul)