Cibinong, bogoronline.com
Pemerintah Kabupaten Bogor, merencanakan pengelolaan Stadion Pakansari tidak lagi dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga. Pasalnya, untuk merawat dan memeliharan stadion berkapasitas 31 ribu tempat duduk itu membutuhkan anggaran besar.
“Kemungkinan pengelolaan Stadion Pakansari kita serahkan ke pihak swasta, karena kalau dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga tidak akan maksimal, sebab butuh anggaran besar,” kata Bupati Nurhayanti, Kamis (29/09).
Pengelolaan stadion ke swasta kata Nurhayanti, diupayakan secepatnya, ketika proyek pembangunan landscape yang menjadi proyek tahapan akhir dari rangkaian pembangunan stadion rampung.
“Stadion Pakansari itu aset berharga bagi warga Kabupaten Bogor dan Jawa Barat, makanya harus dijaga dan dipelihara dengan sungguh-sungguh dan pihak swastalah yang memiliki kemampuan untuk merawatnya,” ujarnya.
Menurut Nurhayanti, ada bebarapa keuantungan ketika pengelolaan stadion diserahkan keswasta, Pemerintah Kabupaten Bogor tidak perlu lagi mengalokasikan anggaran perawatan, justru sebaliknya mendapatkan pemasukan. “Ya selain kondisi stadion terawat, kita juga akan mendapatkan uang dari kontrak pengelolaan. Ini jelas sangat menguntungkan,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Nurhayanti mengatakan, usai dipakai menggelar pertandingan olahraga atletik dan sepak bola PON XIX, rencananya Stadion Pakansari, 2018 mendatang akan digunakan menggelar sejumlah pertandingan olahraga ASIAN Games.
“Ibu menerima telepon dari salah satu petinggi KONI pusat, yang menyebutkan Stadion Pakansari masuk nominasi sebagai lokasi untuk dipakai ASIAN Games. Ini jelas membanggakan, apalagi olahraga multi even itu nanti diikuti seluruh negara di kawasan Benua Asia termasuk dari Timur Tengah,” ungkapnya.
Ketua Komisi II DPRD Yuyud Wahyudin mendukung, niat Pemerintah Kabupaten Bogor yang akan menyerahkan pengelolaan Stadion Pakansari kepada swasta. “Tapi, walau diserahkan keswasta, kami minta perusahaan yang mengelola stadion itu rekam jejak yang bagus dengan kata lain profesional lah,” pintanya.
Menurut Yuyud Stadion Pakansari yang pembangunannya menghabiskan anggaran hampir Rp 1 triliun itu, bukan saja aset, tapi sekarang telah menjadi ikon dan penciri Kabupaten Bogor.
“Orang luar Kabupaten Bogor termasuk yang diluar Jawa Barat, kini sudah tahu, jika di Cibinong ada stadion megah yang layak dipakai menghelat pertandingan olahraga utamanya sepak bola baik nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Dari hasil penelusuran, saat ini kondisi Stadion Pakansari terlihat jorok, bangku penontot dipenuhi debu sampah, bahkan toilet banyak tak berfungsi, akibat saluran pembuangan air tersumbat. Begitu juga dengan penerangan di luar stadion, di mana lampunya banyak yang mati.(zah)





