Bima Minta Pungli, Terminal Baranangsiang Diberantas

Kota Bogor – bogorOnline.com

Terkait banyaknya dugaan pungutan liar (Pungli) di Terminal Baranangsiang, ataupun terminal yang lain nya di Kota Bogor. Walikota sangat mendukung pemberantasan pungli yang dilakukan oleh tim saber pungli Polresta Bogor Kota. Jadi bentuk pungli apapun yang ada di Kota Bogor harus diberantas sampai tuntas.

“Kita mendukung tim saber pungli bekerja untuk memberantas seluruh praktik pungli, termasuk kalau di terminal itu ada pungli, silahkan diberantas,” ungkap Bima, Minggu (20/11/16).

Berdasarkan Undang Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dan Keputusan Mentri Perhubungan Nomor KM 132 tahun 2015 tentang Terminal Penumpang Angkutan Jalan, bahwa terminal Baranangsiang tidak boleh di fungsikan sebagai tempat menginap Bus.

Maraknya Bus yang menginap di terminal Baranangsiang, menjadi peluang bagi terjadinya dugaan praktik tindakan pungli. Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ), sudah melakukan tindakan tegas dengan melayangkan sosialisasi melalui surat resmi terhadap keberadaan PO Bus ataupun melalui supir bus yang menginap di terminal Baranangsiang, namun tindakan tersebut hingga saat ini belum bisa direalisasikan.

Walikota sangat menyayangkan terhadap masih adanya Bus yang menginap di terminal Baranangsiang, padahal sesuai peraturannya, tidak boleh ada Bus menginap disana.

“Terminal Baranangsiang hanya diperbolehkan sebagai tempat untuk menaik turunkan penumpang saja, jadi tidak boleh ada Bus menginap disana. Tetapi kita akan sosialisasikan kembali, dimana nantinya Bus-bus itu nantinya di parkir dan ditempatkan apabila tidak menginap di terminal,” tegasnya.

Namun demikian, saat ini terminal Baranangsiang itu sedang dalam masa transisi diserahkan kepada pemerintah pusat. Jadi semua pihak harus menyetujui proses masa transisi ini. Pemkot Bogor juga akan terus melakukan sosialisasi kepada semua pihak, terutama warga terminal terkait masa transisi ini, kalaupun ada yang harus ditegakan aturan tersebut dan tidak bisa direalisasikan, maka tidak perlu dipaksakan.

Menyikapi terjadi kembali penangkapan terhadap sejumlah pihak yang dilakukan tim saber pungli di kawasan Terminal Bubulak, Bima minta semuanya di proses sesuai aturan. Bima menegaskan mendukung penuh gerakan penertiban pungli, dan kepada seluruh SKPD jangan main main lagi, kalau sudah sesuai protap dan SOP jangan kuatir dan takut dalam bekerja.

“Soal penangkapan di terminal Bubulak, saat ini sedang didalami oleh pihak kepolisian. Kita intinya mendukung penuh pemberantasan pungli ini,” tandasnya.

Sementara, Politisi PPP yang juga Ketua Komisi C, Zaenul Mutaqin mengatakan, peristiwa kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh tim saber pungli kepada sejumlah petugas DLLAJ, merupakan sebuah pembuktian bahwa di Kota Bogor ini memang banyak praktik pungli. Semua pihak harus mendukung pemberantasan pungli itu, dan hal ini harus menjadi perhatian serius pihak Pemkot Bogor dan pihak Kepolisian.

“Saya sangat mendukung pemberantasan pungli ini, terutama di dunia pendidikan, karena ternyata banyak praktik pungli yang belum terungkap disejumlah dinas instansi di Pemkot Bogor,” tegasnya.

Menurutnya, pungli itu seperti sudah membudaya di masyarakat, jadi kalau pemerintah melakukan pemberantasan, maka harus didukung dan diapresiasi. Ketika ditanyakan terkait maraknya dugaan praktik pungli di terminal Baranangsiang, Zaenul meminta agar pihak Pemkot Bogor bekerjasama dengan Kepolisian dan TNI dalam menegakan aturan di terminal Baranangsiang.

“Kalau sudah aturannya tidak boleh ada bus menginap, maka ketika dilakukan penertiban bus menginap itu, seharusnya pihak Pemkot Bogor bekerjasama dengan pihak kepolisian dan TNI, karena dengan adanya bus menginap di terminal Baranangsiang itu, disitulah dugaan praktik pungli terjadi,” pungkasnya.(bunai)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.