Dituding Jadi Penyebab Banjir, Perumahan Serpong Kencana diontrog Warga

Parungpanjang, Bogoronline.com- Puluhan warga Desa Parungpanjang mengontrog perumahan Serpong Kencana, perumahan elit di kawasan tersebut. Warga dari tiga RT di lingkungan RW 10 Desa Parungpanjang itu, menuding perumahan tersebut menjadi biang penyebab terjadinya banjir di pemukiman mereka.
“tingginya debit air datang dari perumahan elit serpong kencana, lalu  puluhan rumah warga terendam air, ketinggian air mencapai 30 sentimeter, merendam rumah warga perumnas ll Parungpanjang, sebagian warga mengungsi kerumah tetangga yang tidak terendam air, ” Ujar Adrizal (39), salah seorang warga yang rumahnya juga ikut terendam banjir,Kamis (17/11).

img-20161117-wa0001

Warga Desa Parungpanjang mendatangi kawasan perumahan serpong kencana yang menurut mereka menjadi penyebab banjir (foto: mulyana)

Ia mengatakan, saat sore hingga malam kemarin,  ketinggian air mencapai 30 sentimeter dan pagar panel pun turut roboh, karena banjir tersebut. “ya kita khawatir aja mas, ini kan musim peng hujan nanti debit air naik lagi, khawatirnya rumah kita terendam lagi,” katanya,kepada wartawan.

Adri (39) menambahkan, akibat banjir ia harus mengungsikan   anak dan istrinya ke rumah tetangga. “saya juga mengungsi kerumah tetangga dulu, hingga air surut, ” imbuhnya.

Menurut Ketua RW10, Desa Parungpanjang, Juari, semenjak keberadaan perumahan elit tersebut, puluhan warga merasakan dampak banjir. “Pokoknya setiap hujan turun, kawasan kami langsung tergenang air. sampai setinggi 30 sentimeter. Ini jauh berbeda disaat perumahan elit ini belum berdiri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Parungpanjang Hj Nina Kurniasih menyampaikan, Pemerintah Desa, sudah mengadakan kesepakan dari pihak pengembang bersama Muspika Parungpanjang untuk segera merealisasikan pembangunan saluran air.

“hal itu dilakukan supaya pemukiman warga tidak terendam air lagi, baik di parungpanjang dan sekitar nya. Kita sudah duduk bareng melakukan kesepakatan, supaya tidak banjir lagi,”katanya.

Saat ditanya, untuk kerugian yang dialami warga bagai mana? Nina menjawab ” tidak ada ganti rugi,” (mul)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.