Kursi Wabup Masih Kosong, Bupati Salahkan Partai Koalisi

Cibinong, bogoronline.com – Bupati Bogor, Nurhayanti mengaku sudah melakukan langkah-langkah yang diperlukan terkait pengisian wakil Bupati Bogor. Bupati mengatakan, partai koalisi pendukung pasangan Rachmat Yasin-Nurhayanti, memiliki peran penting atas kekosongan posisi wabup hingga 2 tahun ini.

“sejak saya dilantik, 16 Maret 2015 saya sudah menjalin komunikasi dengan pihak-pihak, termasuk partai koalisi atas masalah ini,” ujarnya, disela acara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Aliansi Masyarakat Penyelamat Bogor, di Gedung Tegar Beriman, Selasa (15/11/2016).

Menurut Bupati, Undang-Undang No 8 Tahun 2015 Tentang Pemerintah Daerah, mengatur proses pengisian wakil bupati sangat tergantung partai koalisi. “Partai koalisi mengusulkan dua nama kepada saya, untuk selanjutnya nanti saya sampaikan kepada dewan,” katanya

Sayangnya, meski tidak kurang-kurang mengingatkan soal masalah itu ke partai koalisi,  belum ada satupun nama usulan partai koalisi kepada dirinya. Yanti mengingatkan, meskipun, DPRD sudah membentuk Panitia pemilihan (Panlih), wakil bupati tidak akan terisi tanpa peran aktif partai koalisi.

“Panlih tidak akan bisa bekerja, kalau saya belum menerima nama dari partai pengusung,” katanya

Nurhayanti juga mengatakan, dirinya telah memprotes Kemendagri atas tidak ada batasan bagi partai koalisi untuk segera mengusulkan nama. “saya pernah bertanya ke Kemendagri, pak kenapa kalau bupati pemilihan kekosongan Bupati dibatasi waktu 14 hari, sedangkan di koalisi tidak dibatasi waktu. tapi ya kondisi peraturannya seperti itu,” pungkasnya (ful)

 

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.