SILPA 2016 Diramal Bengkak Lagi

BogorOnline.com, CIBINONG- Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun 2016, diprediksi angka bakal lebih tinggi dibandingkan tahun 2015 lalu. Pasalnya dua bulan jelang tahun anggaran 2016 berakhir, masih banyak program khususnya untuk belanja modal bidang infrastruktur belum rampung.

“Prediksi kami, SILPA tahun anggaran 2016 akan meningkat, angkanya bisa mencapai di atas Rp 1,3 triliun,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Bogor, Mochamad Hanafi, Selasa (8/11)

Mantan ketua DPRD periode 2009 – 2014 mengungkapkan, dari hasil evaluasi, penyumbang SILPA terbesar  kemungkinan besar dari bidang infrastruktur. “Jujur kita kecewa, seharusnya pihak Pemerintah Kabupaten Bogor belajar dari pengalaman tahun 2015 lalu,” katanya.

Hanafi menegaskan, prediksi besarnya SILPA tahun 2016, salah satu penyebabnya proses pelelangan yang terlambat. Pada saat pembahasan RAPBD tahun 2016 lalu,  semua fraksi di DPRD meminta, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki paket pekerjaan pisik agar secepatnya menyerahkan dokumen lelang ke Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (KLPBJ).

“Kalau lelang lebih awal, jika proyek belum beres kan masih ada waktu, bagi pelaksana menyelesaikan tanggung jawabnya, kendati ada konsekuensinya berupa sanksi denda keterlambatan. Tapi itu jauh lebih baik, dari pada proyek diluncurkan ke tahun anggaran berikutnya,” tegasnya.

Hanafi meminta, SKPD yang memiliki paket pekerjaan pisik menegur para pelaksana yang lalai. “Khususnya Dinas Bina Marga dan Pengairan, kami dapatkan info masih banyak proyek yang volume pekerjaannya dibawah rata-rata,” katanya.

Hanafi pun mengapresiasi langkah Sekretaris Daerah Adang Suptandar, yang rajin melakukan inspeksi mendadak (sidak) setiap akhir pekan kesejumlah proyek di lima penjuru Kabupaten Bogor. “Sidak Pak Adang ini, karena beliau ingin tahu progres pekerjaan secara langsung, tak hanya mau menerima laporan dari anak buahnya,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Adang Suptandar mengatakan, sidak yang dilakukan setiap Sabtu ini, untuk memastikan agar semua proyek pembangunan infrastruktur selesai tepat waktu. “Sidak yang saya lakukan dikhususkan untuk proyek yang deviasinya rendah,” katanya.

Adang meminta, pelaksana yang dipercaya mengerjakan proyek-proyek APBD mempercepat penyelesaian pekerjaannya. “Kalau pekerjaan selesaikan, anggaran bisa diserap,” pungkasnya. (Zah)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.