Situ Nanggerang Kering Kerontang

BogorOnline.com, TAJURHALANG- Situ Nangerang, yang berlokasi di Kampung Nanggala, Desa Sukmajaya,  Kecamatan Tajurhalang, kondisinya memprihatinkan, pasalnya situ yang seharusnya dipenuhi air, namun Situ Nangerang malah sebaliknya, karena  hampir seluruh areal situ seluas 2,5 hektar sudah berubah jadi daratan.

“Awalnya Situ Nangerang dipenuhi air yang dimanfaatkan warga, untuk memelihara ikan dengan sistem jarring terapung, tapi sekarang sudah tak ada lagi, karena hampir semua areal situ dipenuhi lumpur atau dengan kata lain berubah jadi daratan,” kata Sarifudin, warga sekitar, Selasa (15/11).

Perubahan fungsi situ ini kata Saeful, dampak kurangnya perawatan dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung – Cisadena (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. “Situ Nangerang ini, kalau dirawat bisa dijadikan obyek wisata air, seperti di Situ Kemuning, yang ada di Kecamatan Bojonggede,” ujarnya.

Saeful mengungkapkan, terakhir kali Situ Nangerang dikeruk BBWS Ciliwung – Cisadane tahun 1982 lalu. “Sejak saat ini hingga sekarang atau sekitar 24 tahunan tak pernah ada pengerukan, akibatnya situ mengalami pendangkalan dan berubah jadi daratan,” katanya.

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Tajurhalang Rias Marlisa mengatakan, warga Desa Sukmajaya sering mengusulkan agar Situ Nangerang dikeruk atau dinormalisasi lagi. “Karena pengelolaan situ ada di  BBWS Ciliwung – Cisadane, aspirasi warga ini kita sampaikan ke mereka,” jelasnya.

Wanita berparas cantik yang masih usia muda ini mengaku tidak tahu, ketika ditanya apakah ada rencana situ ini dinormalisasi pada tahun 2017 mendatang. “Oh untuk soal itu kami belum tahu, kalau ingin jelas silakan tanya ke Bu Wiwi, kepala UPT Pengairan wilayah Parung, pasti dia tahu,” katanya.

Kepala BBWS Ciluwung – Cisadane, T. Iskandar, beberapa waktu lalu mengatakan dari total 95 situ yang ada di Kabupaten Bogor, sekarang tinggal 88 saja yang tersisa, lebihnya telah dialihfungsikan menjadi kawasan pemukiman, seperti di Cilebut. “Agar tak ada lagi situ yang hilang, makanya program revitalisasi dilaksanakan,” ujarnya.

Tahun 2016 ini kata Iskandar ada 17 situ yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor. Program revitalisasi yang akan dilaksanakan tahun 2016  menelan anggaran sebesar Rp 60  miliar yang bersumber dari APBN.

“Revitalisasi ke – 17 situ ini sebagai upaya untuk mengembalikan fungsi situ seperti semula, yakni penampung air hujan, sekaligus untuk mencegah banjir di Jakarta,” tutupnya. (Zah)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.