Stok Darah Jabar Hanya 1% dari Jumlah Penduduk

BogorOnline.com, CIBINONG- Jawa Barat, dengan jumlah penduduk 46,3 juta jiwa, belum mampu memenuhi standar mininum stok kebutuhan darah sebesar 2 % dari keseluruhan jumlah penduduk.

Hal itu diungkapkan Ketua PMI Provinsi Jawa Barat, Irjen Pol (Purn) Adang Rochjana di sela peringatan Hari Pahlawan 10 November lalu. Menurutnya, Jabar baru bisa memenuhi 1% kebutuhan darah sejauh ini.

“Saat ini, kami baru bisa menyediakan stok darah sekitar 450 sampai 500 ribu kantung darah. Maka kami terus berupaya mengajak generasi muda untuk rutin mendonorkan darah,” katanya kepada BogorOnline.com.

Adang menambahkan, sisa kebutuhan kantung darah, masih bisa ditutupi dengan adanya pendonor tetap. Seperti TNI, Polri, Pramuka maupun relawan.

“Sejauh ini, jika mengerahkan pendonor tetap itu, masih bisa tertutupi. Disamping sosialisasi untuk membuka mata masyarakat akan pentingnya mendonor,” lanjutnya.

Menurutnya, dengan rutin mendonorkan darahnya, maka masyarakat bisa terbebas dari narkoba maupun penyakit HIV/AIDS. “Itu jelas. Karena sebelum diambil darahnya, diperiksa dulu. Jadi bisa juga sekaligus periksa darah gratis. Karena kalau ternyata terindikasi narkoba atau penyakit, tentu tidak boleh mendonor,” pungkasnya. (Cex)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.