Tahun Depan, Banyak Sekolah Bakal Dibiarkan Rusak

BogorOnline.com, CIBINONG- Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor memerlukan anggaran hingga Rp 1,7 triliun untuk membenahi sarana dan prasarana sekolah, seperti renovasi dan pembangunan ruang belajar hingga gedung sekolah baru.

Itu adalah jumlah anggaran yang dipaparkan oleh Kadisdik TB Luthfie Syam kepada DPR RI beberapa waktu lalu. Tahun 2016 ini, disdik memiliki alokasi Rp 268 miliar untuk memperbaiki sekitar 3.000 ruang kelas namun hanya 300 yang bisa terakomodir.

“Tapi untuk 2017 hanya dialokasikan Rp 196 triliun. Maka, kami akan maksimalkan untuk mencari bantuan dari Pemprov Jabar dan juga CSR. Dengan alokasi 2016 saja masih kurang kok,” tukasnya.

Secara kesuruhan, Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran Rp 1,896 triliun untuk belanja pegawai dalam RAPBD 2017. Cukup besar. Tapi, anggaran di sektor pendidikan justru berkurang dari tahun sebelumnya 31% menjadi 27% saja dari APBD 2017 yang direncanakan sebesar Rp 7,3 triliun.

Kebijakan itu dikritik oleh Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia. Mereka menilai, Pemkab Bogor sedikit mengesampingkan perbaikan infrastruktur dan program-program pendidikan dengan turunnya alokasi anggaran itu.

Direktur Kopel, Syamsudin Alimsyah mengungkapkan, meski alokasi untuk pendidikan lebih dari 20%, itu dianggap kurang melihat luasnya wilayah dan kompleksnya permasalahan di Bumi Tegar Beriman. Tahun ini saja, dari 3.000 ruang kelas yang rusak, Pemkab Bogor hanya bisa menyelesaikan 300 diantaranya.

“Berarti masih sangat banyak infrastrukur sekolah yang rusak. Menurut kami, alokasi anggaran untuk pendidikan harus diprioritaskan oleh pemerintah daerah. Kalau hanya 27%, rasanya tidak cukup,” kata Syamsudin kepada BogorOnline.com, Kamis (24/11).

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno pun mengakui adanya penurunan anggaran di pos pendidikan. Komisi IV kini tengah mencari tahu penyebab turunnya alokasi itu.

“Dalam Tahun Anggaran 2016, alokasi untuk pendidikan 31%. Tahun 2017 sepertinya turun. Tapi belum tahu penyebabnya kenapa turun,” kata Wasto.

Menurutnya, kelas jauh dan kebutuhan tenaga pengajar harus jadi prioritas pemerintah. “Guru kita masih sedikit. Jadi memang harus jadi prioritas dalam pembahasan,” tukas politisi PKS itu. (Cex)

Comments