Trump Tunjuk Orang Rasis jadi Penasihat Senior

BogorOnline.com, WASHINGTON DC- Keputusan presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump menunjuk Stephen Bannon sebagai penasihat senior, mendapat kecaman.

Kecaman datang dari berbagai kalangan. Mulai dari kelompok HAM, politisi Partai Demokrat hingg beberapa politisi Partai Republik, yang notabene pengusungnya di Pilpres AS 2016.

Pasalnya, Bannon dikenal sangat mendukung gerakan supremasi kulit putih. Trump mengumumkan dua anggota pemerintahannya pada Minggu (13/11) waktu setempat.

Dia menunjuk Bannon sebagai kepala pakar strategi dan penasihat senior, juga politikus senior Partai Republik Reince Priebus sebagai kepala staf Gedung Putih.

Trump menyebut keduanya akan berbagi tugas sebagai mitra yang setara. Seperti dilansir Reuters dikutip dari detik.com, Selasa (15/11/2016), pilihan Trump yang jatuh pada Priebus yang juga menjabat Ketua Komisi Nasional Partai Republik ini, dianggap sebagai sinyal sejuk atas kesediaan Trump bekerja dengan Kongres AS.

Namun kritikan menghujani Trump karena menunjuk Bannon, yang mantan bos media online Breitbart News. Breitbart di bawah Bannon dikenal sebagai sebagai forum ‘alt-right’, yakni kelompok sayap kanan jauh yang tidak mendukung multikulturalisme dan menganggap nasionalisme kulit putih sebagai hal paling mendasar. Bannon disebut bergaya neo-Nazi, anti-Yahudi, dan menjunjung tinggi supremasi kulit putih.

“Tidak ada kebenaran yang ditutupi di sini: Donald Trump baru saja mengundang seorang nasionalis kulit putih ke dalam jangkauan tertinggi pemerintah,” kritik salah Senator Partai Demokrat, Jeff Merkley, yang menyerukan Trump untuk menarik kembali keputusannya menunjuk Bannon.

Pemimpin Partai Demokrat untuk House of Representative (HOR), Nancy Pelosi, menyebut penunjukkan Bannon menjadi peringatan. “Sinyal peringatan bahwa presiden terpilih Trump tetap berkomitmen pada visi kebencian dan memecah-belah yang menggambarkan sepanjang kampanyenya,” sebutnya.

Kritikan juga datang dari kalangan konservatif dan politikus Partai Republik. Evan McMullin yang sempat mencapreskan diri secara independen, mempertanyakan apakah ada pemimpin atau tokoh elite Partai Republik yang mengecam Trump karena menunjuk Bannon yang disebutnya ‘anti-Yahudi’.

John Weaver, yang merupakan pakar strategis ternama dari Partai Republik untuk Gubernur Ohio John Kasich, yang pernah mencapreskan diri, memberi komentar berbunyi: “Kaum fasis ekstrem dan rasis menjejakkan langkah di Ruang Oval. Waspadalah Amerika.”

Menghadapi kritikan itu, Priebus tampil membela Bannon pada Senin (14/11), dengan menyebutnya bijaksana dan mantan anggota angkatan laut yang berpendidikan. Priebus mengklaim, dirinya tidak pernah mendapati bentuk pandangan rasis maupun ekstremis pada Bannon.

“Dia menjadi kekuatan yang baik selama kampanye,” sebut Priebus dalam wawancara dengan Fox News, sembari menambahkan bahwa dirinya dan Bannon selalu sepakat hampir dalam semua hal saat menasihati Trump semasa kampanye.

Mantan manajer kampanye Trump yang juga salah satu penasihat seniornya, Kellyanne Conway, juga membela keputusan Trump menunjuk Bannon. Kepada wartawan di New York, Conway menyebut Bannon sebagai ‘ahli taktik yang cemerlang’. (Cex/Det)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.