Beauty Contest Blok F Pasar Kebon Kembang Gagal, Tapi Kok Jadi PL Gitu Ya!

 Bogor – bogorOnline.com
Pembatalan beauty contest menjadi penunjukan langsung (PL) terkait proyek revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang oleh Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ), mendapat cibiran dari anggota Komisi B DPRD Kota Bogor, Anita Primasari Mongan.
Menurut nya, perubahan dari beauty contest ke PL yang direncanakan pihak PDPPJ Kota Bogor akan menimbulkan dugaan dugaan negatif.
 “PL seharusnya dihindari karena tidak lagi sesuai dengan semangat pemberantasan KKN. Karena PL ini bisa sarat dengan muatan KKN,” ujar Anita Primasari Mongan, Senin (23/1/17).
Soal penunjukkan langsung, harus kembali pada pedoman peraturan yang berlaku. Dalam peraturan yang berlaku tersebut, terdapat kriteria-kriteria tertentu untuk dapat dilaksanakannya penunjukkan langsung.
“Oleh karenanya harus dipelajari apakah memang dimungkinkan penunjukkan langsung terhadap revitalisasi blok F. Apalagi kalo PL tersebut dilakukan kepada perusahaan yang sudah dianggap tidak memenuhi kualifikasi,” tandasnya.
Hal senada juga dikatakan Sekretaris Jenderal Puslitbang Pelatihan dan Pengawasan Kebijakan Publik (P5KP), Rudi Zaenudin. Menurutnya, rencana penunjukan langsung pada revitalisasi Blok F adalah sesuatu yang konyol dan tidak tepat, sebab dapat memunculkan indikasi permainan.
Beauty contest batal nggak masalah. Tapi kalau di-PL-kan sama saja membuka ruang munculnya dugaan tidak sedap. Lagian mau ada berapa ratus PL nantinya,” ucapnya.
Seharusnya, kata Rudi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor merevitalisasi Blok F dengan meminta Dana Alokasi Khusus (DAK) atau meminta hibah ke Pemprov Jawa Barat sesuai nominal yang dibutuhkan.
 “Kan bisa saja Pemkot merangkul kementerian terkait soal pembangunan Blok F, kalau tidak mampu menggunakan APBD,” ungkap dia.

Rudi juga mempertanyakan jaminan dari PD PPJ dan Pemkot Bogor, terkait kapan revitalisasi itu selesai, apabila megaproyek tersebut di-PL-kan.

 “Ada tidak jaminan bisa selesai tepat waktu. Sudahlah jangan konyol,” pungkasnya. (RzB).

Comments