Kapolda Jabar Temui Tersangka Anak Perusak Markas GMBI

CIBINONG- Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan, menemui lima tersangka anak dibawah umur simpatisan FPI yang terlibat dalam pengrusakan kantor LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia di Mapolres Bogor, Minggu (22/1).

“Anak-anak seusia itu seharusnya diajarkan untuk belajar, cinta damai, tapi ternyata jawaban saat mengobrol dengan mereka mengakui diajak untuk berperang dan melihat video yang menampilkan kebencian serta video yang diperlihatkan hanya sepotong. Sehingga munculah rasa Kebencian dari lima anak tersebut,” Irjen Anton.

Anton mengatakan, hal ini sangat berbahaya bagi anak-anak karena ini bisa dinilai secara tidak langsung sebagai pengkaderan dini untuk menanamkan nilai-nilai kekerasan dan kebencian.

“Hal ini merupakan tragedi kemanusiaan yang harus kita amati bersama. Apabila Hal ini terus dilakukan apa yanh akan terjadi kepada generasi anak muda di indonesia,” tambahnya.

Kelima tersangka anak tersebut mengakui bahwa sering diajak untuk melakukan aksi demo. Kejadian Pembakaran kantor GBMI di Kecamatan Ciampea beberapa waktu lalu yang melibatkan lima anak dibawah umur sangatlah disayangkan.

Menurutnya, tindakan tersebut berujung dengan berhadapan dengan hukum yang cukup beran karena melakukan pembakaran, pengrusakan serta pengeroyokan ancaman hukuman lima tahun.

Kapolda Jabar juga menyayangkan adanya oknum guru yang mengajak serta memprovokasi anak-anak tersebut untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Setelah dilakukannya kesepakatan diversi atas permintaan pelapor dan saran dari BAPAS, PEKSOS dan P2TP2 maka Saat ini lima tersangka anak tersebut menjalani Pembinaan di Balai Rehabilitasi Sosial Marsudi Putra di Cileungsi Kabupaten Bogor. (cex)

Comments