Jembatan Penghubung Jawa Barat-Banten Nyaris Ambruk

JASINGA-Jembatan penghubung dua provinsi  Jawabarat dan Banten, di Kampung Roke, Desa Neglasari Kecamatan Jasinga, tidak terawat. Penampang jembatan yang bermaterial kayu sudah banyak yang keropos, keselamatan ratusan warga yang tiap hari menyeberangi jembatan tersebut terancam.
Pengemudi mobil Tatang (45), mengatakan saat melewati jembatan ini, ia merasa takut kayunya tidak mampu menahan beban. “takut jeblos, saya sering lewat sini kalau mau berjualan perabotan,” katanya.

Menurut Tatang, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses terdekat yang menghubungkan dua provinsi tersebut.

Tokoh masyarakat setempat, Sahrudin mengatakan, dirinya setiap hari melewati jembatan itu untuk menjalani rutinitas mengikuti pengajian di sebrang sungai.

Menurut dia, dulu pernah ada mobil nyaris tercebur ke sungai karena rodanya jeblos di tengah jembatan. “evakuasinya memerlukan waktu 2 sampe 3 jam baru bisa diangkat, itupun harus dibantu warga 5 sampai 7 orang baru bisa,” katanya.

Sahrudin berharap pemerintah provinsi Jawabarat dan Banten baik, juga pemerintah kabupaten bogor atau kabupaten lebak untuk segera memperbaik jembatan. “kalau sampai jembatan ini ambruk akan menyusahkan masyarakat, tidak ada jalan disini kakau lewat Jasinga sana 10 kilo dari sini jauhnya, kesananya engga ada jembatan lagi, ini akses satu-satu nya untuk dilalui,” pungkasnya. (mul)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.


Fatal error: Exception thrown without a stack frame in Unknown on line 0