Palang Pintu Kereta Dari Bambu Jadi Bahasan Musrenbang

PARUNGPANJANG – Masalah perlintasan kereta api dengan palang pintu jadi salah satu pembahasan dalam musyarawah rencana pembangunan Kecamatan Parungpanjang. Perwakilan Bappeda dan Litbang, Bidang Perencanaan, Tika Efendi mengatakan persoalan tersebut harus melibatkan lintas sektoral.

“terkait perlintasan KAI, sebelum nya kita pernah menangani yang di bojong gede, namun untuk perlintasan KA Desa kabasiran parungpanjang, kita perlu duduk bareng antara Dirjen PT Kereta Api Indonesia dengan Bappeda yang diwilayah, makanya kita dengan kecamatan, menginpetarisir perlintas-perlintasan dan permasalahan-permasalahannya seperti apa,” katanya

Tika berharap, masalah ini bisa secepatnya diselesaikan. Ia meminta agar Pemerintah Desa hingga Kecamatan proaktif membangun komunikasi dengan PT KAI.

Selain persoalan peibtasan Kereta, forum musrenbang yang digelar di ruang Serbaguna Parungpanjang itu juga membahas persoalan penangan sampah. Tika mengakui, sejauh ini penanganan sampah masih banyak kendala. “selama ini kita mengandalkan dari dinas kebersihan mengangkut, ini perlu ada inovasi dari masyarakat itu sendiri, jadi tidak mengandalkan Dinas lagi untuk mengangkut sampah. kitaharapkan seperti itu,” kata dia

Tika menambahkan, Bappeda, sudah mulai mencoba merancang pengangkutan  sampah dengan melibatkan partisifasi masyarakat, atau tidak mengandalkan ritase pengambilan sampah oleh DKP yang mengalami keterbasan armada truk sampah.” tapi kita coba masyarakat bisa menangani sampah sebelum dia buang, kita bisa menimalisir jumlah sampah dari bawah dulu,” pungkasnya, (mul)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.


Fatal error: Exception thrown without a stack frame in Unknown on line 0