PDIP Kabupaten Bogor, Satu Komando Bela Ketua Umum

 

CIBINONG – Kader PDI Perjuangan Kabupaten Bogor berkomitmen untuk berada dalam satu komando menyikapi dinamika akhir-akhir ini, terutama setelah imam besar FPI Rizieq Sihab mempersoalkan pidato ketua umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri. Deklarasi satu komando dihadiri seluruh perwakilan pengurus anak cabang dan digelar di markas DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, jalan Tegar Beriman, Cibinong.

Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai, DPC PDIP Kabupaten Bogor, Haryanto mengatakan, deklarasi satu komando merupakan salah satu respon atas pidato Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristianto. Dengan deklarasi ini, diharapkan kader dan partisipan partai tidak bertindak diluar garis kordinasi.
“karena terus terang saja, kader di bawah di PAC hingga ranting sangat marah atas sikap salah satu ormas terhadap ketua umum kami,” ujarnya

Haryanto menambahkan, kader PDIP di Kabupaten Bogor siap membela ketua umum, dari pihak manapun. apalagi, pidato Megawati yang disampaikan pada HUT ke 44 dianggap sesuatu yang sama sekali tidak ada unsur penistaan agama seperti yang dituding Rizieq Sihab.
Secara umum, pidato yang disampaikan Sekjen DPP PDIP berisi soal sikap PDIP atas rencana Rizieq Sihab untuk melaporkan Megawati ke Mabes Polri, Hasto menyatakan, PDIP siap meladeni pentolan FPI itu dijalur hukum, termasuk jika FPI bertindak main hakim sendiri. “PDIP cinta damai, tapi kalau kami diusik kami siap,” kata Haryanto.

Bendahara DPC PDIP Kabupaten Bogor, Saptariyani menambahkan, sebagai partai pemenang pemilu dan pengusung Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, PDIP berkomitmen untuk terus mengawal pemerintahan yang sah. Menurut dia, saat ini ada upaya yang dilakukan pihak-pihak untuk menggoyang pemerintah. ” Di Kabupaten Bogor juga sudah ada tindakan-tindakan intoleran yang mengedepankan kekerasan dalam menyikapi persoalan, dan hal demikian tidak boleh kita tolerir,” katanya

Jpeg

Sebagai partai nasionali, lanjutnya, bukan berarti PDIP adalah partai yang berseberangan dengan nilai-nilai agama seperti persepsi yang sedang dibangun oleh beberala gelintir orang. “ada yang memainkan unsur SARA, untuk memecah belah anak bangsa. Kami tegaskan, sekecil apapun upaya untuk merongrong kedaulatan bangsa akan kami lawan,” kata dia
Wakil Sekertaris DPC PDIP Kabupaten Bogor, Adryansah mengatakan, ada pembentukan isu secara sistematis yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab seolah-olah kaum nasionalis berbenturan dengan agamis dan kaum agamis berbenturan dengan polisi. “ini sangat berbahaya, kami melihat ada ormas yang terus menerus menebar kebencian” tandasnya (ful)

Comments