Polusi Debu, Warga Blokir Jalan Janala-Cicangkal

 

RUMPIN – Sejumlah warga Kecamatan Rumpin memblokir jalan raya Janala-Cicangkal, tepatnya di Kampung Sukamanah RT 03/05 Desa Tamansari. akibatnya, lalulintas di ruas jalan kabupaten itu lumpuh, ratusan truk tronton terjebak kemacetan panjang karena tak bisa melintas.

Warga melakukan aksi teraebut sebagai bentuk protes lalulintas truk pengangkut material tambang yang menimbulkan polusi debu.

Menurut salah satu pendemo, Yanto (40) warga Kampung Peusar Desa Sukamulya, aksi blokir jalan tersebut dilakukan untuk meminta  penyiraman jalan. “pihak pengusaha tambang yang ada di Rumpin tidak kooperatif. Padahal sudah ada kesepakatan, untuk melakukan penyiraman, sehari tiga kali. Jangan setelah ada demo baru disiram.” Ujarnya kepada wartawan, Jumat, (20/01/2017).

Sementara warga setempat, yang enggan disebutkan namanya menambahkan, seharusnya para pengusaha tambang lebih mengerti, keinginan warga Rumpin. Apalagi ini soal komitmen dan kesepakatan yang pernah dibuat sebelumnya. “Jadi jangan saat demo baru gerak. Padahal keinginan kami hanya minta  penyiraman jalan secara kontinyu sehari tiga kali.” ujar pria bertubuh tnggi ini dengan nada kesal.

Dia menambahkan, sejak tim perawatan jalan (TPJ) bubar, kondisi jalan semakin hancur dan tidak ada perawatan jalan atau penyiraman. Akibatnya saat musim panas, kumpulan debu pekat dan tebal jadi santapan warga setiap hari. Menurutnya, sekarang perawatan jalan di ambil alih oleh ABKI (Asosiasi Bahan Konstruksi Indonesia) yang berisi semua perusahaan tambang yang ada di wilayah Kecamatan Rumpin seperti PT. Lola laut timur, Lotus SG, Quarindo, Tarabatu, BSM, dan Holcim. “Mereka wajib merawat jalan dari Pasir Nangka Desa Cipinang sampai ke jalan raya Gunungsindur. Tapi justeru tidak komitmen dan tetap saja harus di demo terus, baru mereka lakukan perawatan.” Tuturnya.

dari informasi yang diserap Bogoronline.com, aksi pemblokiran oleh warga tersebut berlangsung sekitar satu jam dimulai pukul 16.00 WIB. Kemudian aksi berhasil dihentikan setelah anggota Polsek Rumpin datang dan menemui para pendemo. Namun akibat aksi tersebut, jalan raya Cicangkal Rumpin macet total karena banyaknya kendaraan besar yang tak bisa bergerak. Kemacetan dari dua arah tak terhindarkan dan mengurai hingga 2 kilometer. “entah sampai kapan Kecamatan Rumpin semrawut seperti ini. Jalan rusak, demo, debu dan lain-lain jadi santapan rutin.” Ujar Hakim (47) pengguna jalan asal Suradita Tangerang (mul).

Comments