50% Pajak Kabupaten Bogor Bakal Menguap

CIBINONG- Pemerintah Kabupaten Bogor bakal kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak Bea Perolehan atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) hingga 50 persen.

Hal itu, mengacu pada perubahan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2010 yang saat ini tengah digodok jika pajak BPHTB dari 5 persen akan diturunkan menjadi 2,5 persen.

Padahal, BPHTB menjadi penyumbang terbesar dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan kontribusi Rp 500 miliar sepanjang tahun 2016 lalu.

“Hal tersebut mengindikasikan kemungkinan presentasi akan turun. Hal ini berkaitan juga dengan Pajak Penghasilan atau PPh yang sudah turun 2,5 persen. Artinya, jika 2,5 persen BPHTB ini berlaku, kemungkinan 50 persen potensi kita akan hilang lagi,” kata Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bogor, Dedi A Bactiar, Rabu (8/2).

Dedi pun harus mengakui, pengaruhnya perubahan UU ini sangatlah besar. Karena sebelum aturan itu dilakukan, ada pendapatan yang signifikan untuk Kabupaten Bogor di BPHTB, mencapai 29,85 persen terhadap PAD dari sektor pajak.

“Saat ini dari target BPHTB Rp 405 miliar itu realisasinya Rp 500 miliar. Ini merupakan capaian yang luar biasa. Jika target dinaikkan ditahun 2018 dengan total keseluruhan mencapai Rp 6,145 miliar, berarti pajak juga naik. Karena itu adalah indikator yang harus dicapai, kita akan berusaha unuk itu,” pungkasnya. (cex)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.